Liga Champions

Hattrick Ronaldo, Operan Isco dan Griezmann yang Tak Sentuh Bola di Kotak Penalti Madrid

Tidak cuma Ronaldo, ada pula sejumlah nama lain yang patut disorot, baik itu melalui apresiasi maupun kritik

Editor: Mairi Nandarson
AFP PHOTO / GERARD JULIEN
Striker Real Madrid asal Portugal Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi usai cetak gol ke gawang Atletico Madrid di semifinal pertama Liga Champions, Selasa (2/5/2017) atau Rabu dinihari WIB. Real Madrid menang 3-0 dalam laga di Santiago Bernabeu ini. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MADRID - Satu kaki Real Madrid sudah berada di final Liga Champions setelah menang 3-0 dalam duel pertama kontra Atletico Madrid di Stadion Santiago Bernabeu, Selasa (2/5/2017) atau Rabu dinihari WIB.

Trigol tim berjulukan Los Blancos diborong Cristiano Ronaldo.

Turut terlahir sejumlah catatan dan rekor penting terkait sang bintang soal gelontoran golnya.

Tidak cuma Ronaldo, ada pula sejumlah nama lain yang patut disorot, baik itu melalui apresiasi maupun kritik.

Baca: Cuplikan Tiga Gol Cristiano Ronaldo ke Gawang Atletico Madrid

Baca: Hat-trick Cristiano Ronaldo Benamkan Atletico Madrid di Santiago Bernabeu

Siapa saja mereka? Berikut ini adalah sejumlah fakta menarik seusai kemenangan Real Madrid atas Atletico Madrid:

Semua tentang trigol Ronaldo

Sumbangan tiga gol Cristiano Ronaldo ke gawang Atletico Madrid menghasilkan sejumlah catatan penting buat sang bintang.

Bintang asal Portugal itu menjadi aktor sejarah karena mencetak trigol dalam dua partai beruntun di Liga Champions.

Tidak ada pemain lain yang mampu membukukan hal serupa sebelumnya.

Hebatnya lagi, Ronaldo hanya membutuhkan sepuluh tembakan sasaran untuk menciptakan enam gol dalam dua partai tersebut.

Sebelum hat-trick dalam dua partai terakhir, Ronaldo sudah mencetak lima kali torehan serupa di kompetisi kasta teratas Eropa.

Dengan koleksi tujuh hat-trick di Liga Champions, Ronaldo pun menyamai rekor rivalnya dari Barcelona, Lionel Messi.

Kesamaan lainnya, kedua bintang mencetak tiga kali hat-trick melawan tim yang sama.

Ronaldo melakukannya saat Real Madrid bertemu Bayern Muenchen, sedangkan Messi menjadikan Arsenal sebagai target favorit.

Toni Kroos (kiri) melindungi bola saat Real Madrid melawan Atletico Madrid pada partai pertama semifinal Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Selasa (2/5/2017)
Toni Kroos (kiri) melindungi bola saat Real Madrid melawan Atletico Madrid pada partai pertama semifinal Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Selasa (2/5/2017) (JAVIER SORIANO/AFP)

Pengoper jitu

Kemenangan telak Real Madrid atas Atletico Madrid tidak lepas dari superioritas dalam hal penguasaan bola dan intensitas operan.

Los Blancos, julukan Real Madrid, tercatat menguasai 61 persen permainan dan melepaskan 595 operan sukses berbanding 351 milik Atletico Madrid.

Terkait catatan itu, pelatih Zinedine Zidane sudah sepantasnya berterima kasih kepada Toni Kroos dan Isco.

Keduanya tampil menonjol dalam mendistribusikan bola.

Kroos melepaskan seratus operan dengan akurasi 96 persen, sedangkan Isco melakukannya sebanyak 57 kali dengan presisi 98,2 persen.

Kejelian Isco dalam mengoper turut terlihat ketika Cristiano Ronaldo mencetak gol ketiga.

Lesakan berasal dari umpan mendatar Isco dari sisi kanan.

Di mana Griezmann?

Atletico Madrid tentu menggantungkan harapan kepada Antoine Griezmann menilik ketajaman sang pemain.

Total, lima gol dan dua assist disumbangkan penyerang asal Perancis itu di Liga Champions musim ini.

Ironis buat tim berjulukan Los Rojiblancos, Griezmann menunjukkan kontribusi nihil di daerah pertahanan Real Madrid.

Tengok saja statistik ofensif Griezmann.

Jangankan untuk melepaskan tembakan, menyentuh bola di kotak penalti saja dia gagal.

Antoine Griezmann membela Atletico Madrid saat melawan Real Madrid pada partai pertama semifinal Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Selasa (2/5/2017).
Antoine Griezmann membela Atletico Madrid saat melawan Real Madrid pada partai pertama semifinal Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Selasa (2/5/2017). (JAVIER SORIANO/AFP)

Adapun di luar kotak, Griezmann kerap menyentuh bola. Namun, tidak satu pun upayanya dalam melewati lawan atau menciptakan peluang, membuahkan hasil.

Performa tumpul Griezmann sebenarnya merupakan representasi dari penampilan Atletico Madrid secara kolektif.

Selama 90 menit, pasukan Diego Simeone cuma melepaskan satu tembakan ke arah gawang dari tiga percobaan.(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved