Breaking News:

Ngeri! Sebelum Bunuh Dan Rampas Perhiasan Korban, Pelaku Sempat "Tiduri" Korban di Mobil!

Ngeri! Awalnya berniat ajak kawin lari. Keduanya Lalu berhubungan intim di mobil. Pelaku minta uang, ditolak kalap dan membunuhnya

KOMPAS. com/Mei Leandha
Pelaku Nando yang membunuh korbannya dengan modus mengajak kawin lari, Selasa (2/5/2017) 

Di tengah jalan, pelaku membeli dua karung goni ukuran 100 kilogram untuk membungkus mayat. Sore harinya di tepi Jalan Dolok Masihul, Kabupaten Simalungun, pelaku mengambil barang-barang korban berupa kalung dan cincin emas, tas hitam, uang Rp 450.000, dua ponsel dan jam tangan kuning emas.

Kemudian pelaku berangkat ke Kota Pematangsiantar mampir ke Pasar Horas untuk menjual kalung dan cincin korban seharga Rp 14 juta. Jelang malam, pelaku membawa mobil dan mayat korban pulang ke rumah orang tuanya.

"Supaya tidak ketahuan, pelaku memarkir mobilnya di samping rumah. Satu jam kemudian, pelaku berangkat ke Balige. Dia mengajak temannya Jhoni Manurung untuk menemaninya," tambah Kasubdit 3 Tindak Pidana Jahtanras Faisal F Napitupulu.

Di perjalanan, pelaku membayar hutangnya kepada Boru Pasaribu menggunakan uang hasil penjualan harta korban sebesar Rp 6 juta.

Rabu (26/4/2017) siang di Balige, pelaku menurunkan Jhoni untuk makan siang, sementara pelaku membawa mayat korban lalu membuangnya ke jurang Sipitu-pitu di perbatasan Kabupaten Toba Samosir-Tapanuli Utara.

Setelah itu, pelaku kembali menemui temannya Jhoni dan menyuruhnya membawa mobil ke rumah paman pelaku di Jalan Sapuarah, Porsea. Tujuannya membayar hutang sebesar Rp 2 juta dan menumpang tidur.

Malamnya mereka pulang, pelaku memberi upah kepada Jhoni Rp 300.000 karena sudah menemaninya. Jumat (28/4/2017) tengah malam, pelaku ditangkap polisi di kawasan Desa Sei Blutu, tak jauh dari rumahnya.

"Modus pelaku membunuh untuk menguasai barang milik korban. Karena perbuatannya sudah direncanakan, pelaku diancam Pasal 340 subs Pasal 338 subs Pasal 365 ayat 4 KUHPidana. Ancaman hukumannya mati atau penjara seumur hidup," tegas Faisal. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved