Bersihkan Pengusaha Nakal, Akses Ratusan Importir Terancam Diblokir. Sebabnya?

Tindakan tegas itu bukan untuk mengintimidasi pelaku usaha. Namun diharapkan para importir bisa lebih patuh dalam hal perpajakan.

Bersihkan Pengusaha Nakal, Akses Ratusan Importir Terancam Diblokir. Sebabnya?
dok
ilustrasi pajak 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea Cukai bersama Direktorat Jenderal Pajak sedang memeriksa kepatuhan pajak 725 importir. Kegiatan itu bagian dari upaya reformasi perpajakan dan bea cukai yang dilakukan pemerintah.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, pihaknya akan memblokir akses importir bila ketahuan nakal dalam urusan pajak. Ratusan Importir pun terancam diblokir.

"Kemungkinan tidak semua (diblokir). Kalau lihat dari (data) kemarin, 2 dari 3 importir melanggar," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Ia mengatakan, pemeriksaan 725 importir merupakan fase kedua. Pada fase pertama lalu, Bea Cukai sudah memblokir 676 importir yang tidak patuh terkait perpajakan diantaranya tidak melaporkan Surat Pelaporan Tahunan (SPT) pajak.

Baca: KPK Periksa Andi Narogong Untuk Kasus Miryam

Baca: Perusahaan Taksi Online Protes Aturan Tarif Batas Bawah. Ini Alasannya

Baca: WADUH! Rumah Ketua Fraksi PKS Ditembaki Orang Tak Dikenal. Fahri Hamzah: Ini Teror!

Tindakan tegas itu bukan untuk mengintimidasi pelaku usaha. Namun diharapkan para importir bisa lebih patuh dalam hal perpajakan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemblokiran importir bertujuan untuk membersihkan pelaku usaha nakal dan memastikan pelaku usaha yang patuh mendapatkan pelayanan maksimal dari pemerintah.

Selain memblokir 676 Importir, Bea Cukai tutur Sri Mulyani telah memblokir izin 9.568 perusahaan yang tidak melakukan impor selama 12 bulan, mencabut izin 50 perusahan penerima fasiltas gudang berikat, dan 88 penerima fasilitas kawasan berikat. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved