Ngeri! Seorang Honorer Pemkab Tewas Digebuki Massa Gara-gara Kepergok Begini!

Gara-gara kepergok begini, honorer Pemkab ini tewas dimassa. Tubuhnya babak belur, sebelum meninggal ngaku kepala pening

Ngeri! Seorang Honorer Pemkab Tewas Digebuki Massa Gara-gara Kepergok Begini!
KOMPAS.com / ABDUL HAQ
Ilustrasi 

Saat beraksi, menurut Hendra, VN bersama tiga orang lainnya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Ia mengatakan, perkara ini dalam penanganan Mapolsek Pringsewu. Kapolsek Pringsewu Komisaris Maimun Karim tidak ada jawaban ketika dihubungi ponselnya.

Tersangka lainnya yang diamuk massa yakni Sai (43), warga Pekon Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Kamis (4/5) pukul 11.00 WIB. Nyawa Sai tertolong meskipun mengalami luka-luka di wajahnya.

Kepala Polsek Sukiharjo Ajun Komisaris Wahidin mengatakan, Sai mencuri Honda Supra X BE 6170 UJ milik Nano Sukarno (29), warga Pekon Banyumas, Kecamatan Banyumas.

Sai ketahuan mencuri motor pada saat korbannya menyadari sepeda motornya yang warna hitam dengan lis merah dibawa kabur pencuri.

Korban dibantu warga lainnya melakukan pengejaran ke arah Jalan Pekon Giri Tunggal, Kecamatan Pagelaran. Pelaku Sai berhasil ditangkap sehingga menjadi bulan-bulanan massa.

Polisi yang mendapat informasi akan peristiwa tersebut bergerak cepat, lantas mengevakuasi pelaku ke Puskesmas Sukoharjo untuk dilakukan pengobatan.

"Keterangan pelaku, mencuri motor tersebut saat terparkir di depan rumah korban menggunakan kunci T," ujar Wahidin.

Polsek Sukoharjo berhasil mengamankan barang bukti yang digunakan pelaku Sai (43) warga Pekon Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu untuk melancarkan aksinya. Yakni kunci berbentuk leter T.

Kepala Polsek Sukoharjo Ajun Komisaris Wahidin mengatakan, pihaknya juga mengamankan enam mata kunci leter T dengan ujung pipih. Serta sebuah kunci L dan satu kunci pas sebagai ibu kunci.

Saat ini pelaku Sai dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Sukoharjo. Ia pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di sel tahanan Mapolsek.

Polisi menjerat Sai dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. "Ancaman maksimal tujuh tahun penjara," kata Wahidin. (*)

Editor:
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved