Korupsi Proyek KTP Elektronik

Oesman Sapta: Kalau Miryam Salah, Saya Takkan Bela

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menyatakan akan seadil mungkin menyikapi status Miryam S Haryani yang kini tersangkut kasus hukum.

Oesman Sapta: Kalau Miryam Salah, Saya Takkan Bela
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka pemberian keterangan palsu dalam sidang dugaan korupsi KTP elektronik, Miryam S Haryani keluar dari gedung KPK Jakarta memakai baju tahanan usai menjalani pemeriksaan, Senin (1/5/2017). Miryam langsung ditahan KPK usai ditangkap oleh tim dari Polda Metro Jaya saat berada di Hotel Grand Kemang. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menyatakan akan seadil mungkin menyikapi status Miryam S Haryani yang kini tersangkut kasus kesaksian palsu dalam korupsi e-KTP.

"Mengenai anggota saya yang terkena sanksi hukum silahkan periksa, kalau bersalah dihukum, saya tidak akan bela, tapi kalau tidak bersalah tentu anggota saya harus dibela," ujar Oesman saat menghadiri Rapat Pleno Divisi Pemenangan Pemilu Partai Hanura di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Namun terkait posisinya sebagai bendahara Fraksi Hanura di DPR, Oesman mengatakan bakal menggantinya besok.

Baca: Soal Wacana Pembubaran HTI, Mendagri: Tunggu Saja Tanggal Mainnya

Baca: Gerah Masalah Cantrang Masuk Ranah Politik, Menteri Susi: Stop Adu Domba, Mari Kita Kerja

"Saya besok harus mengganti posisi Miryam," tegas Oesman.

Namun ia enggan membeberkan siapa pengganti posisi Miryam di DPR. Ia mengatakan hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan partai.

"Itu rahasia masa mau bongkar, itu rahasia partai, sepenuhnya kewenangan partai," tukas Oesman.

Diketahui, Miryam merupakan anggota DPR Fraksi Hanura yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VIII. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved