Kamis, 28 Mei 2026

Heboh Striptis Berkedok Karaoke

Tak Hanya Tarian Telanjang, Ada Ruang Khusus Buat "Begituan" Sehabis Striptis

Tak hanya tarian telanjang, di karaoke ada ruang khusus buat "begituan" sehabis striptis!

Tayang:
wartakota/Alija Berlian Fani
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG-Pertunjukan live sex show yang disuguhkan YES Karaoke di Tulungagung, digerebek Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (3/5/2017) malam.

Baca: Terungkap! 16 Suku di Dunia Ini Terkenal Banyak Gadis Cantiknya, Nomor 8 Ternyata di Kepri

Baca: Gaduh Soal Pejabat Pemprov Kepri, Gubernur Dikabarkan Temui Ketua KASN. Ada Apa?

Baca: Ngeri! Seorang Honorer Pemkab Tewas Digebuki Massa Gara-gara Kepergok Begini!

Dari 43 perempuan yang dibawa ke Polda Jatim, 3 orang dijadikan tersangka karena sebagai mami dan penyedia tempat.

Ketika penggerebekan berlangsung, penari striptis tidak bisa berdalih karena mereka tengah meliuk-liukkan tubuh, dengan kondisi tidak berpakaian di sebuah ruangan.

Polisi lantas menyalakan lampu, dan menyuruh dua penari yang tengah beraksi itu berpakaian kembali.

Penyidikan yang dilakukan polisi hasilnya cukup mengagetkan.

Karena dengan uang Rp 700 ribu, tamu yang memesan tempat bisa menyaksikan tarian telanjang, plus hubungan seksual dalam ruangan (room).

"Sembari menikmati tarian, tamu yang ada bisa langsung melakukan hubungan badan dengan penari itu," ujar Direskrimum Polda Jatim Komisaris Besar Agung Yudha didampingi Kabid Humas Komisaris Besar Frans Barung Mangera, Kamis (4/5/2017).

Menurut Agung, YES Karaoke di Tulungagung itu, selain menyediakan perempuan yang sudah disediakan di ruangan, juga menawarkan perempuan di bawah umur.

Perempuan itu khusus didatangkan dari Bandung, yang tarifnya Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta.

"Karaoke itu juga bisa mendatangkan cewek dari luar daerah, dan itu terbukti, dua cewek dari Malang yang saat itu didatangkan, dan langsung kami angkut ke mapolda," paparnya.

Sesuai data penyidik, karaoke tersebut sudah beroperasi sejak beberapa bulan lalu, dan langsung menyedot perhatian publik.

Karena, tawaran yang dijanjikan cukup fantastis.

Wanita yang dibooking bisa disuruh menari telanjang, dan langsung berhubungan badan.

"Nah dari situ, akhirnya Subdit Renakta langsung turun untuk menyelidiki," jelasnya.

Penyidik yang menjerat tiga orang sebagai penanggung jawab, sampai saat ini belum diketahui namanya karena masih diperiksa di ruang penyidik.

Ketiga orang itu diperkirakan sebagai mami purel, manajer, dan pemilik.

"Mereka kami tetapkan sebagai tersangka karena menyediakan sarana prostitusi di depan umum. Tersangka juga dijerat trafficking karena mempekerjakan anak di bawah umur," ungkap mantan Kapolsek Gubeng, Polrestabes Surabaya.

Sementara, 40 perempuan yang usianya 16 tahun hingga 25 tahun, yang sebelumnya diperiksa, sudah dipulangkan penyidik.

Pemulangan itu berlangsung sekitar pukul 10.00 Wib menggunakan dua kendaraan.

"Mereka hanya dimintai keterangan sebagai saksi saja, dan sudah dipulangkan," terangnya.

Menurut Agung, Subdit Renakta saat ini terus memantau segala kegiatan yang berbau maksiat, di seluruh wilayah di Jatim.

Apalagi, saat ini sudah mendekati bulan puasa.

"Pokoknya kalau ada hiburan malam yang menyediakan striptis, langsung kami pantau. Termasuk, perempuan panggilan yang dibooking ke room untuk menari telanjang," tandasnya. (Tribunnews)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved