Motion
Komunitas Pencinta Alam Lingga, Cintai Hutan Layaknya Belahan Jiwa
Sejumlah kegiatan sudah dilakukan KePAL untuk menjaga hutan yang ada di Kabupaten Lingga, mulai dari penaman pohon, konservasi dan pendataan pohon.
HUTAN memang harus dilindungi dan dijaga kelestariannya. Tanpa hutan yang lestari, kehidupan manusia terancam karena hutanlah penyumbang oksigen dan pencegah dampak pemanasan global atau global warming.
Pentingnya melestarikan hutan, menjadi satu motivasi bagi sekumpulan anak muda di Kabupaten Lingga membentuk (KePAL) sejak 2014 silam.
Para anggota KePAL, selama ini rajin menyuarakan dan melakukan gerakan untuk menyadarkan masyarakat agar menjaga kelestarian alam, tidak terkecuali hutan.
"Secara umum, Kepri, khususnya Kabupaten Lingga adalah salah satu daerah yang masih memiliki hutan yang luas dan alami, jadi ini perlu dijaga dan dilestarikan," kata Sucipto, Ketua KePAL kepada Tribun Batam, belum lama ini.
Sejumlah kegiatan sudah dilakukan KePAL untuk menjaga hutan yang ada di Kabupaten Lingga, mulai dari penaman pohon, konservasi dan pendataan pohon yang ada di hutan.
Kegiatan cinta kepada alam juga diwujudkan dengan pendakian Gunung Daik yang menjadi ikon wisata Lingga. Gunung ini memiliki tinggi sekitar 800 meter dari permukaan laut.
Selama ini KePAL Lingga, sudah melakukan pendakian gunung dan menjelajah hutan yang ada di kabupaten Lingga, di antaranya : Hutan Desa Serteh, Hutan Desa Mentuda, Hutan Gunung Sepencan dan sudah beberapa kali mendaki Gunung Daik.
"Kalau kita mendaki Gunung Daik dan Gunung Sepincan, kita tidak pernah membuang sampah sembarangan apalagi sampah plastic. Kita selalu membawa pulang sampahnya,"kata Sucipto lagi.
Untuk menjaga kelestarian alam, sesungguhnya tidak memerlukan biaya apapun. Yang perlu dilakukannya hanyalah tidak merusak pohon yang ada, apalagi sampai menebangnya. Juga tidak meninggalkan sampah apapun, kecuali sampah organik.
Sucipto menambahkan, bersahabat dengan hutan adalah hal yang menyenangkan karena hutan adalah tempat sejuk.
Iksan Paino, anggota KePAL menambahkan, satu bukti kegiatan pelestarian alam yang telah dilakukan pihaknya adalah menanam pohon di sepanjang jalan menuju puncak Gunung Daik Lingga.
"Kita pernah menanam pohon di pertengahan perjalanan menuju puncak Gunung Daik Lingga. Pohon yang kami tanam ada puluhan jeni. Kami juga menanam pohon buah-buahan seperti durian, nangka, rambutan, dan cempedak,"kata Iksan. (*)
Lelah tapi Menyenangkan
MENDAKI gunung dan menelusuri hutan merupakan satu bentuk refreshing yang menyenangkan bagi anggota KePAL. Hal ini diungkapkan Sucipto, selaku ketua komunitas tersebut.
Ia mengaku, pengalamanya setiap kali mendaki gunung dan berkelana di dalam hutan mengajarkan cara bertahan hidup atau surviving yang sangat berguna. Perjalanan tersebut juga mengajakarkan rasa bersyukur terhadap nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
“Saat mendaki gunung dan mendaki gunung, apapun makanannya terasa enak dimakan. Capek yang dirasakan terobati dengan mendapati alam yang hijau dan menyenangkan,”akunya.
KePAL Lingga, sudah beberapa kali naik Gunung Daik, dimana perjalanan sampai ke puncak membutuhkan waktu sembilan jam. Rutenya sangat menantang. Bahkan, ada medan curam yang harus dilewati dimana nyawa taruhannya.
Dia mengatakan, rute yang dilalui memang membuat capek yang luar biasa. Namun, begitu sampai puncak,
semua rasa capek dan lelahnya bisa terbayarkan.
"Pemandangan dan suasana di puncak mampu mengobati semua lelah dan capek yang kita rasakan selama perjalanan,"kata Sucipto. (*)
Pembibitan Pohon Langka
Anggota kePAL Iksan Paino mengatakan, aksi tanam pohon di sejumlah tempat merupakan kegiatan lanjutan dari aksi melestarikan alam.
Pohon-pohon yang ditanam merupakan hasil pembibitan yang dilakukan sendiri oleh anggota KePAL. Bibit pohon, terutama flora yang tergolong langkah tersebut mereka cari dari dalam hutan ketika melakukan ekspedisi.
"Jadi saat mendaki gunung dan menelusuri hutan, kami sering mencari bibit pohon seperti Pohon Kruing Minyak (Dipterocarpus Costulatus), untuk ditaman kembali,"kata Iksan Paino.
Mouran, anggota lainnya yang selama ini aktif di KePAL mengatakan Kabupaten Lingga merupakan satu dari kabupaten yang menyimpan tanaman langka yang ada di Indonesia.
Salah satu pohon tersebut adalah Dipterocarpus Costulatus yang akrab disebut pohon Kruing Minyak.
"Di Tanah Bunda Tanah Melayu ini ada beberapa jenis pohon Kruing, jadi dalam KePAL ini pohon tersebut menjadi pohon yang kita lestariakan dan sering kita tanam bibitnya di setiap perjalanan kita di dalam hutan Lingga,"kata Mouran.
Selain menanam pohon di hutan, KePAL juga menanam bakau di bebebrapa pulau yang ada di Lingga, seperti Pulau Blading, Tanjung Kriting,Mentude dan pulau yang tidak jauh dari Sungai Tenam.
"Kita akan terus melestarikan hutan dan berbuat sesuatu yang berguna bagi generasi ke depan kemanpun kita pergi,'' Kata Mouran.
Baru-baru ini, kata Mouran, KePAL ikut ambil bagian dalam penanaman seribu pohon di Kabupaten Bintan Provinsi Kepri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/motion_20170508_170728.jpg)