Heboh! Dua Mahasiswa Ditembak Mati Polisi, Keluarga Protes Ajukan Alasan Ini!

Keluarga mahasiswa ini protes ke polisi yang tembak mati keponakannya. Alasannya begini!

Heboh! Dua Mahasiswa Ditembak Mati Polisi, Keluarga Protes Ajukan Alasan Ini!
Shutterstock
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menembak mati tiga tersangka pengedar ganja di Jalan Durian, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Selasa (9/5/2017) siang. dari tiga tersangka, dua diantaranya masih berstatus sebagai mahasiswa.

Baca: Terungkap! Presiden Jokowi Naik Trail di Papua, Ini Alasan Sebenarnya!

Baca: Ngeri! Ada Ceceran Sperma di Dekat Mayat Bule Australia Ini, Luka Menganga di Tubuh!

Tiga tersangka adalah Faisal (26), warga Jalan Pulau Damar, Kelurahan Way Dadi, Sukarame; Afrizal (30), warga Jalan Sultan Haji, Gang Cempedak, Sepang Jaya, Kedaton; dan Rido Aures (23), warga Jalan Sultan Haji, Sepang jaya, Kedaton.

Faisal diduga sebagai mahasiswa di Universitas Lampung dan Rido adalah mahasiswa Universitas Bandar Lampung. Tembak mati terhadap ketiga tersangka ini mendapat protes dari keluarga Rido Aures.

Resmen Kadafi, paman Rido, mengatakan, tembak mati terhadap keponakannya tidak sesuai dengan prosedur. "Kami sudah telusuri ke tempat kejadian perkara tidak ada bekas baku tembak dan bercak darah," kata Resmen, Rabu (10/5/2017).

Di tempat kejadian perkara, menurut Resmen, hanya ada bekas tembakan di lantai. Dari keterangan para saksi, lanjut dia, polisi menembak ke arah lantai saat salah satu tersangka dijatuhkan ke lantai.

Sedangkan Rido, kata Resmen, tidak melakukan perlawanan sama sekali saat polisi menggerebek. Resmen mengutarakan, aparat kepolisian menangkap dan memasukkan Rido ke dalam mobil Gran Max warna putih.

Rido lalu dibawa pergi oleh anggota kepolisian dari lokasi penangkapan. "Tahu-tahu pada malam hari, kami pihak keluarga dikabarkan bahwa Rido meninggal dunia dan jenazahnya ada di Rumah Sakit Bhayangkara," ujar Resmen.

Resmen tidak percaya dengan pernyataan kepolisian yang menyebutkan Rido adalah jaringan narkoba. Ia mengatakan, Rido berada di tempat dan waktu yang salah saat polisi melakukan penggerebekan.

Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Sudjarno mengatakan, petugas menembak mati ketiga tersangka karena melakukan perlawanan.
"Ada perlawanan dari para tersangka dengan menembak aparat," ujarnya.

Karena sudah ada perlawanan aktif dan berimbang, Sudjarno mengatakan, petugas mengambil tindakan tegas dengan menembak ketiga tersangka.

Dari lokasi penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa 170 paket ganja, sabu-sabu seberat 500 gram, tiga pucuk senjata api rakitan beserta amunisi dan timbangan digital. (*)

Editor:
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved