Proses Hukum Kasus Ahok

Kecewa Aksi 1000 Lilin Dibubarkan, Ini Penjelasan Kapolresta Barelang

"Nanti kalau ada provokasi, bisa menimbulkan gesekan-gesekan yang justru lebih buruk dampaknya bagi Batam,” kata Hengky

Kecewa Aksi 1000 Lilin Dibubarkan, Ini Penjelasan Kapolresta Barelang
Danang Setiawan
Ratusan warga yang membakar lilin sebagai bentuk dukungan untuk Ahok dibubarkan polisi 

Laporan; Efendi Wardoyo

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Aksi 1000 lilin untuk Keutuhan NKRI di lapangan depan Welcome to Batam, kembali dibubarkan oleh tim gabungan dari Polresta Barelang. Sabtu (13/5/2017) malam.

Aksi ratusan masyarakat yang terdiri dari berbagai elemen yang baru saja berjalan sekitar belasan menit, sejak dimulai dari jam 19:10 WIB.

Mereka terlihat kecewa ketika polisi yang dikomandoi langsung oleh Kapolresta AKBP Hengky datang dan meminta mereka bubar dengan tertib.

Polisi meminta warga yang hadir untuk segera mematikan lilin dan bubar secara tertib.

Beberapa di antara mereka sempat mengajukan protes dan mencoba bernegosiasi dengan polisi, agar aksi damai mereka itu tidak dibubarkan.

“Kami hanya menyalakan lilin dan berdoa sambil menyanyikan lagu-lagu nasional. Kenapa dibubarkan?” Kata mereka kepada polisi.

Baca: BREAKINGNEWS. Simpatisan Ahok di Lapangan Welcome To Batam kembali Dibubarkan Polisi

Kapolresta memberikan penjelasan bahwa kegiatan mereka itu melanggar aturan karena tidak memiliki izin.

Pembubaran itu juga dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kegiatan seperti ini harus dilaksanakan sesuai aturan-aturan dan 7X24 jam harus ada pemberitahuan kepada aparat kepolisian selaku Harkamtibnas,” kata Hengky.

Selain itu, kata Hengky, pihaknya juga menghindari aksi doa bersama, tetapi diikuti dengan kata-kata penolakan terhadap kasus hukium, seperti yang terjadi pada Kamis (11/5/2017) malam.

“Ini sudah keluar dari koridor. Temanya untuk Keutuhan NKRI, tapi ujung-ujungnya mempersoalkan masalah hukum", ujar Hengky

Kapolresta Barelang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar sama-sama menjaga Kota Batam dalam keadaan aman dan kondusif.

"Nanti kalau ada provokasi, bisa menimbulkan gesekan-gesekan yang justru lebih buruk dampaknya bagi Batam,” kata Hengky menjelaskan.

Penulis:
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved