Heboh! Dua Ekor Kerbau Mentahkan Gugatan Sertifikat Tanah di Pengadilan. Begini Ceritanya!

Heboh! Dua Ekor Kerbau Mentahkan Gugatan Sertifikat Tanah di Pengadilan. Begini Ceritanya!

Heboh! Dua Ekor Kerbau Mentahkan Gugatan Sertifikat Tanah di Pengadilan. Begini Ceritanya!
Kompas.com/Puthut Dwi Putranto
Mukhlisin (kopiah putih) saat ditemui kompas.com di rumah saudaranya di Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jateng, Kamis (11/5/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, GROBOGAN-Tatapan mata Mbah Mukhlisin (62) kosong di sela guratan kulit wajahnya yang menua. Kakek tiga cucu ini mengaku terus-menerus dibayangi perasaan gelisah.

Baca: Ehem! Gigolo di Bali Ungkap Perilaku Kliennya, Tak Cuma Begituan Tapi Juga Minta Begini!

Baca: Bikin Merinding! Terungkap Mistis Saat Penembakan Presiden Soekarno, Penembak Lihat Dua Bayangan!

Dia tak habis pikir, gara-gara perselisihan sepele yang terjadi di dalam keluarganya berbuntut akhir yang tragis.

Mukhlisin bersama 14 orang yang masih keluarga tinggal berdampingan di atas lahan seluas 3800 meter persegi di Dusun Nongko, RT 06 RW 09, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Selama turun temurun, mereka hidup rukun. Namun, pada awal tahun 2016, adik angkat almarhum ibunda Mukhlisin, yakni Subari (76), mendadak menggugat keluarga besar petani itu di pengadilan.

Subari ingin mengambil alih seluruh lahan yang disebut Mukhlisin sebagai warisan kakek kandungnya. Subari bersikeras bahwa lahan warisan Mbah Marto Kasmin itu secara sah adalah miliknya sehingga lima keluarga yang selama ini tinggal di atasnya harus hengkang.

Sempat digelar mediasi, namun gagal.

Sampai akhirnya pada Kamis (4/5/2017), hakim di persidangan Pengadilan Negeri Purwodadi di luar dugaan memenangkan gugatan Subari. Keputusan hakim itu menjadi pukulan keras bagi Mukhlisin dan sanak saudaranya. Mereka menangis dan menjerit karena geram setelah mendengar keputusan hakim tersebut.

"Awal mulanya, anak saya, yakni Nurul Huda, sedang memperbaiki rumah. Namun tiba-tiba Subari mengamuk dan menuding Nurul Huda menyerobot tanahnya. Kami sudah melerai supaya persoalan kecil itu jangan diperpanjang. Tapi Subari ngeyel dan menggugat kami," tutur Mukhlisin saat ditemui Kompas.com di rumah saudaranya di Kecamatan Wirosari, Kamis (11/5/2017).

Halaman
123
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved