Breaking News:

Barok Cs Lawan Brimob Pakai Senjata Brimob, Ini Pengakuan Kapolda!

Barok Cs Lawan Brimob Pakai Senjata Brimob, Ini Pengakuan Kapolda soal kontak senjata berujung tewasnya dua orang ini

KOMPAS.com/ERNA DWI LIDIAWATI
Kapolda Sulteng Rudy Sufahriadi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, PALU-Kapolda Sulawesi Tengah Rudy Sufahriadi mengatakan, Satgas Tinombala menemukan senjata organik SS1dalam kontak senjata dengan sisa kelompok Santoso di wilayah Simpang Angin Pegunungan Biru, Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Baca: Wow! Anak Tommy Soeharto Beranjak Dewasa, Ganteng dan Pebalap! Ini Penampakannya!

Baca: Ehem! Usai Nikahi Bule Italia, Dzulfikar Blak-blakan Soal Malam Pertama Bulan Madunya!

Baca: Terungkap! 10 Tanda Wanita Punya Libido Tinggi, Nomor 2 dan 4 Bikin Penasaran!

Dalam peristiwa yang terjadi Senin (16/5/2017) itu, dua orang dari kelompok tersebut yakni Barok dan Askar tewas. Kedua orang ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Menurut Rudy, senjata itu digunakan oleh Barok dan merupakan senjata organik milik anggota brimob yang dirampas kelompok itu.

“Senjata SS1 itu milik anggota brimob yang diserang oleh kelompok Santoso di Desa Kalora pada 2012, dan saat penyerangan itu terjadi empat anggota brimob meninggal dunia,” kata Rudy, dalam konferensi pers di Palu, Selasa (16/5/2017).

Dia menyebutkan, awalnya senjata ini dipakai oleh Santoso. Setelah Santoso tewas, SS1 itu kemudian digunakan oleh Barok.

Selain senjata organik yang diamankan, barang bukti lain yang ditemukan adalah bom lontong.

Sementara Askar dalam kelompok Santoso merupakan ahli dalam membuat bom.

Dengan tewasnya kedua orang tersebut, sisa daftar pencarian orang (DPO) kelompok Santoso dari Sembilan orang menjadi tujuh orang. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved