Dua Jam Usai Konsumsi Minuman Bersoda dan Berenergi, Remaja AS Pingsan Lalu Meninggal

Kasus David, walaupun terjadi di negeri seberang, bisa menjadi pelajaran bagi kita di Indonesia

Dua Jam Usai Konsumsi Minuman Bersoda dan Berenergi, Remaja AS Pingsan Lalu Meninggal
kompas.com/Shutterstock
ilustrasi mayat 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Seorang remaja Amerika Serikat, David Cripe, tiba-tiba pingsan di kelasnya pada siang 26 April 2017 lalu.

Rekannya membawanya ke rumah sakit namun pada pukul 3.30 waktu setempat, tepat saat bel sekolah berbunyi, dia dinyatakan meninggal dunia.

Penuturan Gary Watts, pejabat setempat yang menyelidiki kematian Cripe, mengejutkan.

Cripe tidak mati karena overdosis narkoba, juga bukan karena penyakit akut.

Dia mati karena cafe latte, minuman bersoda, dan minuman berenergi.

Baca: Koran Harian Khusus Anak-anak di Australia Ini Terpaksa Galang Dana Agar Bisa Tetap Terbit

Baca: Tak Ada Penumpang yang Tahu, Raja Belanda Jadi Co-Pilot Penerbangan Komersil

Dalam rentang waktu dua jam, David meminum cafe latte dari McDonalds, minuman soda Mountain Dew, dan minuman berenergi ukuran 16 ounce.

Sebab kematian Davis dinyatakan sebagai gagal jantung yang dipicu oleh arrhythmia.

Apa iya kafein bisa membunuh? Watts kepada Washington Post, Selasa (16/5/2017), mengatakan, "Saya tidak bilang bahwa Anda akan mati karena minuman berenergi. Ini bukan soal kafein pada sistemnya, tetapi jumlah kafein yang ditenggaknya dalam waktu yang pendek yang kemudian memengaruhi kerja jantungnya."

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved