Dua Jam Usai Konsumsi Minuman Bersoda dan Berenergi, Remaja AS Pingsan Lalu Meninggal

Kasus David, walaupun terjadi di negeri seberang, bisa menjadi pelajaran bagi kita di Indonesia

Dua Jam Usai Konsumsi Minuman Bersoda dan Berenergi, Remaja AS Pingsan Lalu Meninggal
kompas.com/Shutterstock
ilustrasi mayat 

Kasus David, walaupun terjadi di negeri seberang, bisa menjadi pelajaran bagi kita di Indonesia.

Apalagi, kegemaran warga Indonesia akan kopi, teh, minuman berenergi serta banyak minuman berkafein lainnya sedang meningkat.

Dokumen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap, kafein memiliki efek berbeda pada tiap individu.

Ada individu yang tahan terhadap dosis kafein tinggi, ada yang tidak.
Karenanya, ada kasus orang berdebar-debar hanya karena minum setengah cangkir kopi.

Kafein akan diolah tubuh menjadi tiga senyawa dimetilxantin.

Tiga jenis itu adalah paraxanthine yang menyebabkan energi tubuh seseorang meningkat setelah minum kafein, theobromine yang meningkatkan dilatasi pembuluh darah dan meningkatkan volume urine, dan teofilin yang melemaskan otot-otot polos bronki.

Waktu paruh (rentang waktu yang dibutuhkan untuk meluruhkan 50 persen) kafein adalah 4,9 jam.

Pada wanita hamil, waktu paruhnya meningkat menjadi 9-11 jam.

Pada wanita yang mengonsumsi pil KB waktu paruhnya adalah 5-10 jam.

Pada bayi dan remaja, waktu paruh kafein lebih lama dibanding orang dewasa sementara pada bayi yang baru lahir mencapai 30 jam.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved