BREAKINGNEWS: Berkas Zulkepli, PNS Dinas Perikanan Karimun Perampok Janda Segera Disidangkan!

Berkas Zulkepli, PNS Dinas Perikanan Karimun Perampok Janda Segera Disidangkan!

BREAKINGNEWS: Berkas Zulkepli, PNS Dinas Perikanan Karimun Perampok Janda Segera Disidangkan!
tribunbatam/elhadif putra
Ilustrasi. Kapolsek Balai Karimun, AKP Lulik Febryantara didampingi Kanit Reskrim, AKP Djaiz mengekspos pengungkapan kasus perampokan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Zulkepli (39), PNS Dinas Perikanan Karimun yang diduga terlibat kasus perampokan di Teluk Air, Kecamatan Karimun, Maret 2017, tidak lama lagi akan naik meja persidangan.

Baca: Perampok Janda Karimun 4 Orang, Termasuk Seorang PNS Karimun di Dinas Ini

Baca: Sebelum Garap Rumah Janda, Tersangka Jamal Residivis di Malaysia. Pernah Dipenjara 14 Tahun

Itu setelah Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun menyatakan berkas Zulkepli lengkap atau P21. "Berkas tersangka Zulkepli sudah dinyatakan P21 oleh jaksa, beberapa hari lalu. Kemungkinan tidak lama lagi sidang itu," ujar Kapolsek Tanjungbalai Karimun, AKP Lulik Febryantara kepada Tribun Batam, Senin (22/5/2017).

Zulkepli ditangkap jajaran Polsek Tanjungbalai Karimun pada 19 Maret 2017 sekita pukul 21:30 WIB. Ia ditangkap di pelantar boat pancung pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Tanjung Balai Karimun.

Diduga PNS Dinas Perikanan Karimun itu hendak kabur ke kampung halamannya di Moro. Zulkepli diduga terkait turut serta dalam perekrutan pelaku perampokan terhadap Isnah, seorang janda di jalan Teluk Air, Nomor 146, RT 002 RW 001, Kelurahan Teluk Air.

Berdasarkan Lulik, tersangka Zulkepli merencanakan pencurian dari awal bersama tersangka lainnya yakni Raja Edi Ahmad. Keduanya kemudian merekrut dua tersangka lainnya yakni JM dan DN untuk ikut melakukan pencurian dengan kekerasan dengan sasaran Isnah.

Satu hari sebelum beraksi, Zulkepli mendatangi korban untuk mencari informasi posisi kamar korban dengan alasan mencari rumah kos.

"Pada saat eksekusi Zulkepli memantau dari kejauhan, karena melihat tidak berjalan sesuai rencana ia melarikan diri dan berhasil kami tangkap di pelantar boat pancung pelabuhan Sri Tanjung Gelam," kata Lulik.

Untuk tiga tersangka lainnya, Lulik mengatakan masih P19. Namun begitu, ia akan mengupayakan secepatnya sudah bisa diterima jaksa untuk naik ke meja persidangan. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved