Gelisah Saat Di-X-Ray, Ternyata Megat Simpan Barang Haram Ini di Dalam Ranselnya

Memakai baju tahanan warna orange dan tangan terborgol, pria berpaspor Malaysia tersebut dikawal oleh dua petugas BC bersenjata laras panjang.

Gelisah Saat Di-X-Ray, Ternyata Megat Simpan Barang Haram Ini di Dalam Ranselnya
Ekspose penangkapan WN Malaysia yang membawa ganja oleh Kantor DJBC Khusus Kepri Karimun, Selasa (23/5/2017). 

Laporan Tribun Batam, Elhadif Putra

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Megat Mohamed Arif (32) hanya bisa tertunduk ketika dihadirkan dalam ekspos penegahan yang dilakukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Selasa (23/5/2017).

Memakai baju tahanan warna orange dan tangan terborgol, pria berpaspor Malaysia tersebut dikawal oleh dua petugas BC bersenjata laras panjang.

Megat diamankan oleh petugas KPPBC di pelabuhan ferry internasional Tanjungbalai Karimun setelah kedapatan memiliki 0,91 gram daun ganja kering, Senin (24/5/2017).

Akibatnya, pria yang bekerja sebagai agen travel di Malaysia itu harus mengurungkan niatnya untuk melakukan survei di Tanjungbalai Karimun.

"Saya travel agent. Masuk ke Tanjungbalai, rencana nak survei," ungkap pria berkacamata itu dengan logat Melayu kepada wartawan.

Kepala KPPBC Tanjungbalai Karimun, Bernhard Sibarani menjelaskan, Megat diamankan, Senin (22/5), sekira pukul 11.30 WIB setelah turun dari kapal Ferry MV Tobindo Line.

Ia dibekuk setelah petugas mencurigai tingkah lakunya yang gugup dan gelisah di mesin x-ray.

"WNA Malaysia kelahiran Inggris ini menaiki kapal ferry tujuan Tanjungbalai Karimun dari Johor, Malaysia," kata Bernhard.

Setelah diperiksa ternyata Megat membawa hampir satu gram (0,91 gram) daun ganja kering yang telah dicampur dengan tembakau, dan disimpan di dalam ransel bawaannya.

Dari hasil pemeriksaan, Megat diketahui sebagai pemakai narkotika.

"Berdasarkan pengakuannnya, ganja tersebut dibeli di Malaysia untuk dipakai pribadi,” jelas Bernhard.

Kasus ini pun kemudian dilimpahkan ke Satuan Narkoba Polres Karimun untuk diproses lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, Megat dikenakan Pasal 102 huruf e Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan dan/atau mengimpor narkotika golongan I sebagaimana yang dimaksud Pasal 113 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved