Karyawan PDAM di Sini Demo Direkturnya, Ini Pemicunya!

Tempatkan anak dan keponakan di bagian basah, keuangan merugi sehingga terancam tak bisa bayar gaji 12 karyawan. Direktur PDAM ini didemo anak buahnya

Karyawan PDAM di Sini Demo Direkturnya, Ini Pemicunya!
kompas/jitetkoestana
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, PALU-Puluhan karyawan dan karyawati Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Donggala, mendesak Bupati Donggala, Kasman Lassa, agar direktur PDAM Donggala Arifin Abdulrahim dinonaktifkan dari jabatannya.

Baca: Keren! Dokter Ini Bongkar Pungli Terhadap Kapal Pesiar. Begini Aksinya!

Baca: Ngeri! Tersinggung Tak Dibayar, Pria Gay Pukuli Teman Kencan hingga Tewas

Desakan ini bukan tanpa alasan. Arifin Abdulrahim yang baru saja dilantik dari staf biasa menjadi orang nomor satu di perusahaan daerah tersebut dituding telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan.

Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Public (KAP) Supriadi Laupe, pada 2016 PDAM Donggala mengalami kerugian lebih dari Rp 5 miliar. Jumlah itu naik drastis dibanding 2015 sebesar Rp 400 juta lebih.

Kerugian pada 2016 ini diduga karena penggunaan biaya perjalanan dinas dan biaya pegawai yang sangat besar.

Menurut Abdul Jalil, salah satu staf mengatakan, kondisi ini dikhawatirkan akan berpengaruh pada tunjangan pendidikan atau gaji ke-13.

“Harusnya tunjangan pendidikan atau gaji ke-13 itu dibayarkan oleh perusahaan paling lambat 15 Mei 2017. Dan setiap tahun rutin di bayarkan. Hanya saja tahun ini sepertinya kecil harapan itu diberikan tepat waktu,” tuturnya.

Dengan alasan inilah, lebih dari ratusan orang karyawan dan karyawati PDAM Donggala berunjuk rasa di depan kantornya di Jalan Gusti Ngu Rah Ray, kota Palu Sulawesi Tengah, Senin (22/5/2017).

Menurut Abdul, protes terhadap direktur PDAM sudah pernah dilakukan. Mulai dari mengadu ke Bupati Donggala, Kasman Lassa hingga mengadu ke wartawan di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu.

Hingga hari ini, unjuk rasa dengan tuntutan yang sama masih berlangsung. Selain soal penyalahgunaan dana pemerintah, Direktur PDAM Donggala yang belum dua bulan dilantik itu juga dituding menyalahgunakan wewenangnya.

Salah satunya dengan menempatkan anak sendiri sebagai bendahara pengeluaran dan menempatkan keponakannya di bagian pembelian. Keduanya merupakan karyawan kontrak.

Para karyawan dan karyawati PDAM berjanji akan terus melakukan aksi protes hingga Bupati Donggala, Kasman Lassa menonaktikan Direktur PDAM Donggala Arifin Abdulrahim. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved