Keren! Dokter Ini Bongkar Pungli Terhadap Kapal Pesiar. Begini Aksinya!

Dokter ini bongkar pungli menahun di pelabuhan terhadap kapal pesiar. Begini modus punglinya, begini cara dokter bongkarnya!

Keren! Dokter Ini Bongkar Pungli Terhadap Kapal Pesiar. Begini Aksinya!
Istimewa
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, LABUAN BAJO-Gara-gara ingin membongkar pungutan liar di tempat kerjanya, Vina Yanti Pakpahan, dokter yang bertugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan wilayah kerja Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), diancam oleh atasannya.

Baca: Ehem! Gigolo di Bali Ungkap Perilaku Kliennya, Tak Cuma Begituan Tapi Juga Minta Begini!

Baca: Sekali Begituan Dengan Mahasiswi Bispak, Begini Servis Ranjangnya, Segini Tarif Kencannya!

Karena tak terima dengan ancaman itu, dokter Vina pun melaporkan Marsel Elias, Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kerja Labuan Bajo ke Kepolisian Resor setempat.

Vina Yanti Pakpahan mengatakan, kejadian bermula ketika datang seorang agen kapal speedboat Rajo Go Ema Clearance ke kantor kesehatan pelabuhan. Setelah ia membantu menerbikan dokumen speedboat berkapasitas 5 GT, sang agen memberikan uang Rp 30.000.

Vina yang terkejut mengembalikan uangnya. Ia lalu mengatakan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2013 pasal 5, kapal di bawah GT 7 tidak dikenakan tarif jenis penerimaan negara bukan pajak alias gratis.

"Untuk pelayanan penerbitan sertifikat Izin karantina, penerbitan sertifikat sanitasi kapal, penerbitan buku kesehatan kapal, penerbitan port health quarantine clearance dan penerbitan sertifikat pertolongan pertama pada kecelakaan juga gratis," ungkap Vina.

Vina kemudian menganalisa bahwa selama ini pegawai (staf) yang lain menerima uang Rp 30.000 setiap ada clearance kapal di bawah 7 GT. Karenanya, ia meminta agen kapal tersebut, jika ada petugas yang meminta uang untuk melapor ke pusat.

Agen itu, baru tahu kalau ada aturan seperti itu. Setelah agen kapal itu pulang, Vina kemudian bertanya kepada teman kantornya ED.

"Saya lalu tanya sama dia, bahwa berarti selama ini kalian tetap meminta uang untuk kapal yang di bawah GT 7. Dia lalu menjawab apa kompetensi kamu bertanya pada saya. mendengar itu saya lalu jawab bahwa saya pegawai dan apa saya salah bertanya. Dia langsung terdiam,"ucap Vina.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved