TERUNGKAP. Ada Wajib Pajak Besar Masuk Keranjang Pemeriksaan. Ini Pelanggarannya

Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji menuturkan, pihaknya memasukan nama-nama wajib pajak dalam keranjang pemeriksaan.

TERUNGKAP. Ada Wajib Pajak Besar Masuk Keranjang Pemeriksaan. Ini Pelanggarannya
dok
ilustrasi pajak 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah berakhirnya program pengampunan pajak, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak kian serius dalam memaksimalkan pengelolaan pajak.

Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji menuturkan, pihaknya sudah memasukan nama-nama wajib pajak ke dalam keranjang pemeriksaan pajak.

"Banyak, lebih lah (dari seribu wajib pajak. Tapi detailnya saya enggak hafal," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (24/5/2017) malam.

Menurut Angin, ribuan wajib pajak yang masuk ke keranjang pemeriksan meliputi wajib pajak yang tidak ikut tax amnesty, dan wajib pajak yang ikut tax amnesty namun tidak melaporkan hartanya secara keseluruhan.

Dari sisi kategori, ia memastikan, terdapat pula nama wajib pajak besar yang dimasukan ke dalam keranjang pemeriksaan pajak.

Ditjen Pajak mengaku sudah memiliki bukti-bukti dari hasil penyisiran sementara pasca-tax amnesty.

Baca: Garap Kelistrikan dan Jalan Tol, Investor Malaysia Siapkan Rp 120 Triliun

Baca: Harga Telur di Batam Turun. Ini Daftar Harga Hasil Sidak Satgas Ketahanan Pangan

Baca: BREAKINGNEWS. Hari Ini Warga Sagulung Kembali Demo Kenaikan TDL

Nantinya data itu akan dipergunakan sebagai dasar pemeriksan wajib pajak yang sudah masuk keranjang.

"Wajib pajak ini sebelumnya sudah kita lakukan imbauan dan memiliki potensi (pajak) yang besar," kata Angin.

Sebelumnya, Ditjen Pajak menuturkan adanya indikasi tindak pidana perpajakan yang lakukan peserta tax amnesty berupa pemalsuan faktur pajak.

Praktik pemalsuan faktur pajak tersebut bukan kali ini saja dilakukan. Sebab sebelum adanya program tax amnesty, wajib pajak tersebut sudah melakukan praktik nakal.

Wajib pajak tersebut memanfaatkan program tax amnesty hanya untuk menghindarkan diri dari pemeriksan petugas pajak. Harapannya agar praktik kecurangan itu tidak diketahui Ditjen Pajak. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved