Aneh, Sudah Tujuh Kali Terpidana Mati Ini Selalu Batal Dieksekusi
Saat menghadapi rencana eksekusi ketujuh, Arthur tak mengundang keluarganya karena hal ini terlalu menyakitkan bagi semuanya
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MONTGOMERY - Di kalangan para narapidana, Tommy Arthur (75) mendapat julukan Houdini-nya terpidana mati karena sudah enam kali lolos dari eksekusi.
Houdini atau lengkapnya Harry Houdini (1874-1926) adalah seorang ilusionis AS yang dikenal dengan kemampuannya meloloskan diri dari berbagai jebakan maut.
Sudah enam kali dia mengundang keluarganya untuk pertemuan terakhir tetapi setiap kali eksekusi batal dilakukan.
Saat menghadapi rencana eksekusi ketujuh, Arthur tak mengundang keluarganya karena hal ini terlalu menyakitkan bagi semuanya.
Benar saja, rencana eksekusi ketujuhnya juga batal dan kini Arthur menghadapi rencana eksekusi kedelapan yang kemungkinan adalah yang terakhir.
Baca: Polisi Inggris Khawatir, Salman Abedi Siapkan Lebih dari Satu Bom. Dimana Sisanya
Baca: Belangsungkawa dari Singapura untuk Korban Bom Kampung Melayu
Arthur dijadwalkan menjalani eksekusi hukuman mati dengan suntikan maut pada Kamis (25/5/2017) di Alabama, Amerika Serikat.
Hingga berita ini diunggah Kompas.com, belum diketahui apakah eksekusi itu telah dilaksanakan atau Arthur lolos dari maut untuk kedelapan kalinya.
Tommy Arthur dijatuhi hukuman mati pada 1983 dalam kasus pembunuhan yang terus dia bantah.
Baca: KEJADIAN LAGI! Musisi Amerika Serikat Ini Akhiri Hidup dengan Bakar Diri dan Live di Facebook
Sejak saat itu, negara bagian Alabama sudah mengeksekusi 58 orang terpidana mati, kecuali Arthur.
Rencana eksekusi terakhir adalah pada November 2016 dan lagi-lagi eksekusinya dibatalkan pada saat-saat terakhir sebelum dia disuntik mati.
Berulangnya pembatalan eksekusi membuat berang kelompok pendukung dan penentang hukuman mati.
Para penentang menilai terus menerus batalkan eksekusi menjadi sebuah hukuman psikologis tersendiri bagi Arthur.
Sementara para pendukung hukuman mati geram karena kuasa hukum Arthur terus mencari celah dalam sistem hukum untuk menyelamatkan klien mereka.
"Tommy Arthur adalah seorang ahli 'meloloskan diri'," kata Direktur Kelompok Advokasi Victims of Crime dan Leniency (VOCAL), Janette Grantham.
Baca: WOW! Kucing Ini Lebih Besar dari Anjing. Panjang Tubuhnya 1,2 Meter. Terpanjang di Dunia?
"Dia menggunakan berbagai cara yang ada dalam aturan untuk memanipulasi pengadilan selama 34 tahun terakhir," kata Janette.
"Dia menggunakan berbagai trik yang dimungkinkan untuk memanipulasi publik agar percaya bahwa dia tak bersalah," tambah dia.
"Saya harap, trik sang Houdini segera kosong dan akhirnya dia terjatuh. Tak ada lagi Houdini," lanjut Janette.
Pengadilan menyatakan Arthur bersalah karena bersekongkol dengan kekasihnya saat itu Judy Wicker untuk membunuh sang suami Troy sehingga perempuan itu bisa mencairkan uang asuransi sang suami.
Judy dituduh membayar Arthur 10.000 dolar AS atau dengan kurs saat ini mencapai sekitar Rp 130 juta untuk membunuh Troy Wicker.
Sebelum kasus ini, Arthur pernah mendekam selama lima tahun setelah membunuh adik iparnya pada 1977 dan belum lama dibebaskan saat kasus itu membelitnya.
Baca: HEBAT! Remaja India Ini Ciptakan Satelit Teringan di Dunia dan Dipakai NASA
Arthur mengakui dia membunuh adik iparnya yang dia sebut sebagai kecelakaan karena sedang mabuk. Tetapi dia selalu membantah telah membunuh Troy Wicker.
Keponakan Troy Wicker, Vicky Wilkerson mengatakan kepada media bahwa eksekusi terhadap Arthur akan menutup babak penuh kepedihan keluarganya yang sudah dialami selama beberapa dekade.
"Tak ada kata-kata yang bisa digunakan untuk menggambarkan seperti apa perasaan keluarga Wicker. Kami hanya berharap eksekusi tak ditunda lagi," ujar Vicky.
"Keluarga kami berhak mendapat kesempatan menutup babak kehidupan ini dan keadilan atas kehilangan yang dialami keluarga kami serta mimpi buruk yang harus kami lalui," tambah dia.
"Tommy Arthur membuat keluarga kami hidup dalam neraka hanya demi uang 10.000 dolar," lanjut dia.
Sementara itu, kuasa hukum Arthur meminta uji forensik modern dilakukan di lokasi kejahatan dan telah menentang penggunaan suntikan maut untuk menjalankan eksekusi.
Sebab, menurut kuasa hukum, campuran obat yang sama membuat seorang terpidana mati di Alabama meregang nyawa hingga 13 menit dalam eksekusi pada Desember lalu.(*)
* Berita ini juga tayang di Kompas.com dengan judul Tommy Arthur, Terpidana Mati yang Lolos dari 7 Jadwal Eksekusi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tommy-arthur-terpidana-mati-sejak-1983_20170526_092756.jpg)