Breaking News:

Ujian Nasional SMP

Begini Cara Siswa SMP Nabilah Batam Corat-coret, Ekspresikan Kebahagiaan Mereka

Para siswa mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukur mereka dengan cara menuliskan kesan dan tanda tangan di atas kain spanduk yang cukup lebar.

Penulis: | Editor: Alfian Zainal
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Para siswi SMP Islam Nabilah Batam meluapkan kesan-kesannya di sebuah spanduk saat pengumuman kelulusan UN tingkat SMP, Jumat (2/6/2017). 

Laporan; Efendi Wardoyo

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - SMP Islam Nabilah Batam punya cara tersendiri merayakan kelulusan 100 persen siswanya.

Para siswa mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukur mereka dengan cara menuliskan kesan dan tanda tangan di atas kain spanduk yang cukup lebar.

Di atas kain itu, para siswa mengungkapkan apapun kenangan dan kesan mereka terhadap almamater kebanggaan mereka tersebut.

Kain tersebut disiapkan pihak sekolah agar para siswa tidak perlu melakukan aksi corat-coret di pakaian seperti tradisi kelulusan yang banyak terjadi.

Apalagi, tulisan dan kenangan para siswa itu askan menjadi kenangan abadi dan akan menjadi serjarah bagi mereka maupun adik-adiknya di sekolah tersebut.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Sekolah SMP Islam Nabilah Batam Taufik usai pengumuman kelulusan.

Taufik menuturkan, perayaan kelulusan di SMP Islam Nabila Batam kali ini agak berbeda dibanding sekolah-sekolah pada umumnya yang mencoret-coret baju dan konvoi di jalanan.

"Alhamdulillah tahun ini, siswa siswi kita 100 persen lulus. Kita memang sudah merencanakan hal seperti ini supaya para siswa bisa mengekspresikan kegembiraan mereka di atas kain. Dari pada corat-coret baju atau konvoi di jalan, bisa berdampak negatif," kata Taufik

Menurut Taufik, ekspresi siswa di atas kain itu serta tanda tangan mereka akan diabadikan dan menjadi sejarah serta bisa dijadikan motivasi bagi adik-adik mereka.

Bagi para siswa, kelak bisa datang reuni ke sekolah dan melihat lagi tanda tangan yang mereka torehkan.

Apalagi, tahun ini sekolah ini berhasil menempatkan siswanya mendapat rangking pertama hasil UN tingkat Provinsi Kepri.

Selain itu, seragam sekolah para siswa, jika tidak terpakai, bisa disumbangkan kepada adik-adik kelas mereka yang membutuhkan.

"Atau bisa disimpan dirumah sebagai kenang-kenangan," kata Taufik.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved