Penjaga Masjid Agung Tewas Ditikam, Wabup Karimun Terkesan Keramahan Safari

Penjaga Masjid Agung Tewas Ditikam, Wabup Karimun Terkesan Keramahan Safari

Penjaga Masjid Agung Tewas Ditikam, Wabup Karimun Terkesan Keramahan Safari
TRIBUN BATAM/M ANDHAYANI
Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Rasa kehilangan akan Safari bin Rokani (42), penjaga Masjid Agung Karimun yang tewas ditusuk pelaku pencurian kotak amal, Minggu (4/6/2017) dini hari juga dirasakan Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim.

Baca: Sengketa The BCC Hotel, Sidang Praperadilan di PN Jaksel Pekan Depan

Baca: BREAKINGNEWS: Menyayat Hati! Inilah Curhat Istri Korban Penusukan di Masjid Agung Karimun!

Baca: Istri Korban Penusukan Tengah Hamil 9 Bulan, Sutari Terus Menangis!

Kepada Tribun Batam, Anwar mengisahkan cukup kenal baik dengan almarhum Safari. Di matanya, Safari adalah orang baik, bahkan Wabup terkesan dengan keramahannya.

"Saya cukup kenal dengan almarhum, orangnya baik dan ramah. Saya tak menyangka ini berlaku kepadanya, saya turut berbelasungkawa bagi keluarganya. Kami akan berupaya memberikan yang terbaik bagi keluarga yang ditinggalkan, sebab almarhum meninggal dalam tugas," kata Anwar.

Tidak Anwar, rasa kehilangan dan syok juga dirasakan sejumlah rekan sejawatnya sesama pengurus Masjid Agung Karimun. Seorang pengurus yang tidak mau menyebutkan namanya sempat kecewa begitu mengetahui salat jenazah dilakukan sebelum salat Zuhur.

"Saya kecewa tidak bisa ikut menyalatkan dan mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya. Kenapa tidak usai Zuhur saja, pasti ramai yang menyalatkan dan mengantar ke kuburannya," katanya kecewa.

Boni, seorang jemaah Masjid Agung Karimun juga mengaku kaget dan syok mengetahui Safari menjadi korban aksi pencurian kotak amal yang disertai penusukan tersebut.

Boni mengaku, dirinya sering didatangi korban disela-sela belajar agama dengan ustadz di Masjid Agung, terutama pada malam Jumat.

"Saya baru belajar agama dengan ustadz di Masjid Agung. Setiap kali ngaji, terutama pada setiap malam Jumat, almarhum sering ikut nimbrung, ngobrol-ngobrol soal agama. Orangnya ramah dan baik, makanya waktu dengar jadi korban, saya sempat kaget dan syok karna kenal gitu," katanya Boni.

Safari meninggalkan seorang istri dan lima orang anak. Safari meninggal di RSUD Muhammad Sani sekitar pukul 05.05 WIB. Ia tewas saat memergoki aksi pencurian kotak amal Masjid Agung Karimun, Minggu dini hari. Ia tewas dengan luka tusukan di perut di atas pusar. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved