Diduga Inilah yang Menjadi Pemicu Krisis Diplomatik di Qatar

Washington terutama mengritik lemahnya Undang-undang anti pendanaan terorisme dan luasnya dukungan di Qatar

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DOHA -Perpecahan antara Qatar dan negara Teluk memuncak pada isu Iran.

Namun, perselisihan di sana sesungguhnya telah lahir sejak beberapa dekade sebelumnya.

Kondisi tersebut mengikuti sikap Mesir dan Arab Saudi yang ingin mendominasi haluan politik di Timur Tengah.

Berikut ini adalah 10 hal yang mempengaruhi terjadinya krisis diplomatik yang kini melanda Qatar.

1. Berawal dari pidato Sang Emir

Meski perselisihan Qatar dengan negara-negara Teluk telah berlangsung sejak dua dekade silam. Namun pidato Emir Tamim bin Hamad al-Thani pada Mei 2017 merupakan pemicu letupan terbesar.

Dia secara terang-terangan menyatakan dukungan terhadap Iran, Hamas, dan Ikhwanul Muslimin, serta menutup pintu rekonsiliasi antara lima negara minyak di Teluk Persia.

Emir Tamim bin Hamad al-Thani
Emir Tamim bin Hamad al-Thani ()

2. Kebohongan lewat media

Kantor berita Pemerintah Qatar, QNA, menerbitkan berita yang menyebut Doha menarik duta besar dari Arab Saudi, Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab setelah menemukan adanya konspirasi melawan Qatar.

Meski dibantah, laporan tersebut terlanjur memicu ketegangan politik di Teluk.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved