Breaking News:

Teror di Inggris

MEMILUKAN. Gadis Korban Teror di London Ini Tewas di Pelukan Tunangannya

Cassie mengatakan bahwa hati kakaknya, Tyler, remuk redam, pecah berkeping-keping setelah kematian Archibald. Ia adalah seorang pekerja sosial

twitter/The Independent
Christine Archibald 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Christine Archibald, korban serangan teror di London, Inggris, yang diidentifikasi pertama oleh polisi setempat, tewas dalam pelukan tunangannya yang remuk redam karena kematian itu.

Archibald, warga Castlegar di British Columbia, Kanada, sedang bertunangan dengan Tyler Ferguson, demikian Cassie Ferguson, saudari Tyler, mengatakan kepada Canadian CBC News.

Cassie mengatakan bahwa hati kakaknya, Tyler, remuk redam, pecah berkeping-keping setelah kematian Archibald. Ia adalah seorang pekerja sosial.

Baca: Kicauan Donald Trump di Twitter Terkait Teror di London Bikin Marah Netizen. Apa yang Ia Tulis?

Baca: Polisi Tangkap 12 Orang di Sebuah Flat, Terkait Dua Aksi Teror di London

Baca: Korban Teror di London Menjadi 7 Orang. Puluhan Orang Kritis. ISIS Mengaku Bertanggungjawab

"Dia memeluk dan melihat kekasihnya mati dalam pelukannya," tambahnya, demikian The Independent, Senin (5/6/2017).

Perempuan asal Kanada berusia 30 tahun itu tewas setelah ditabrak van yang dikemudikan tiga pelaku teror di Jembatan London, Sabtu malam pekan lalu.

Tujuh orang tewas akibat serangan teror di pusat kota London dan 48 orang lainnya terpaksa dirawat di rumah sakit.

Ketiga penyerang menabrakkan van yang mereka kendarai ke arah kerumunan pejalan kaki di Jembatan London sebelum keluar dari mobilnya untuk menusuk siapa pun secara membabi buta.

Halaman
12
Editor: Mairi Nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved