Mellennial

Jangan Asal Beli. Pastikan Hanya Pilih Takjil Berkualitas

Takjil dan aneka hidangan berbuka puasa biasanya banyak dijual di bazar-bazar Ramadan. Tapi pastikan selalu pilih yang sehat dan berkualitas.

Jangan Asal Beli. Pastikan Hanya Pilih Takjil Berkualitas
TRIBUNBATAM/ANDRIANI
Mellennial 

SELAMA Bulan Suci Ramadan, pastinya identik dengan kehadiran kuliner khas berbuka puasa atau takjil.

Takjil dan aneka hidangan berbuka puasa sekaligus untuk makan malam, pastinya banyak dijual di bazar-bazar Ramadan yang tersebar di pemukiman warga, pusat-pusat keramaian, dan di pinggir-pinggir jalan.

Kehadiran bazar Ramadan tentu saja sangat membantu kamu-kamu yang sibuk dan tidak sempat untuk menyiapkan hidangan sendiri. Berburu kuliner di pasar ramadan dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mencari segala kebutuhan berbuka puasa.

Namun, para Mellennials kudu tetap hati-hati saat membeli makanan untuk berbuka puasa. Jangan mentang-mentang lapar dan dahaga, segala makanan dan minuman disantap tanpa mempertimbang kualitas dari makanan dan minuman tersebut.

Menurut Dr Brain, Ahli Gizi di Rumah Sakit Awal Bross (RSAB) Batam, saat memilih makanan buka puasa, harus teliti. Cara paling mudah, perhatikan warna makanan tersebut. Pilihkan yang tidak kontras dan hindari makanan yang warnanya terlalu menarik.

"Saat memlilih makanan paling penting warnanya tidak kontras, dan tidak terlalu menarik," ungkap dr. Brain, Rabu (7/6/2017).

Dokter Brain juga mengungkapkan makanan yang diberi pewarna makanan pastinya warnanya sangat terang. Sementara yang tidak menggunakan pewarna, warnanya tidak mencolok dan cenderung soft atau lembut.

Makanan yang berkualitas tentu saja menggunakan pewarna yang berasal dari bahan alami misalnya sayuran, buah, atau pun rempah-rempah.

Ada beberapa sayur, buah maupun rempah yang bisa digunakan sebagai pewarna alami, misalnya bayam, sawi, tomat, kunyit, daun pandan, daun seledri, dan lainnya. Selain itu, ada cabai merah yang selain memberikan rasa pedas, juga mempunyai zat warna kapxantin yang dapat memberikan warna merah pada makanan.

Lalu ada buah kakao yang dapat memberikan kesan warna cokelat pada makanan dan daun suji atau daun pandan juga dapat memberikan warna hijau pada makanan. Ada pula wortel juga dapat memberikan warna oranye.

Untuk memberikan kesan warna biru, bisa menggunakan kubis atau bunga telang.
Sementara untuk makanan yang warnanya mencolok, dicurigai mengandung pewarna rhodamin B. Rhodamin B adalah salah satu bahan pewarna sintesis makanan yang dilarang penggunaannya di Indonesia sejak tahun 1985 melalui Peraturan Menteri Kesehatan.

WHO secara resmi juga telah mengumumkan bahwa zat tersebut berbahaya karena kandungan logam berat dan sifat kimiawinya.

Ciri-ciri makanan yang mengandung rhodamin B dan methanyl yellow adalah warnanya mencolok, cerah mengkilap, dan warna tidak homogen (ada yang menggumpal), ada rasa pahit, dan muncul rasa gatal saat mengonsumsinya. (*)


TIPS Memilih Takjil di Pasar Ramadan

1. Makanan atau minuman boleh manis dari gula, asalkan tidak dikonsumsi lebih dari satu porsi.
2. Makanan yang dikonsumsi boleh asin, tapi seminimal mungkin saja, tidak dalam jumlah banyak.
3.Kurangi makanan yang digoreng atau goreng-gorengan.
4. Makanan yang terasa asin dan gurih kemungkinan mengandung banyak penyedap rasa dan ini harus dihindari.
5.Hindari makanan yang warnanya terlalu terang. (*)

Penulis:
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved