Krisis Diplomatik di Qatar

Qatar Tarik Pasukan dari Koalisi Arab Saudi

Riyadh mengatakan, Doha telah dikeluarkan dari koalisi yang dibentuk pada 2015 untuk melawan kelompok Houthi yang menguasai sebagian besar Yaman

Editor: Mairi Nandarson
KOMPAS.com
Pasukan tambahan dari Qatar ini sedang disiapkan untuk dikirim ke Yaman untung pengamanan di wilayah Provinsi Jawf. Sedikitnya, 1.000 personil tentara Qatar bergabung dengan koalisi Arab Saudi di Yaman. Kini pasukan ini ditarik setelah krisis diplomatik dengan Arab Saudi dan sekutunya. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DUBAI - Pasukan Qatar yang ditempatkan di Arab Saudi sebagai bagian dari koalisi pimpinan Arab Saudi untuk memerangi pemberontak Houthi, yang bersekutu dengan Iran di Yaman, kembali ke Qatar, demikian televisi pemerintah di akun Twitter-nya.

Seperti diberitakan KOMPAS.com. Kamis (8/6/2017), pasukan Qatar telah ditempatkan di Arab Saudi selatan, menurut laporan itu, untuk memperkuat pertahanan Saudi melawan serangan Houthi.

Arab Saudi dan sekutu-sekutunya di Liga Arab telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena diduga mendukung terorisme dan memiliki hubungan dengan Iran.

Riyadh mengatakan, Doha telah dikeluarkan dari koalisi yang dibentuk pada 2015 untuk melawan kelompok Houthi yang menguasai sebagian besar Yaman bagian utara.

Organisasi Kerja sama Islam (OKI) meminta Qatar untuk menghormati komitmennya dalam upaya bersama melawan terorisme setelah pengucilan oleh sejumah negara anggota OKI di Liga Arab.

Baca: Pemain Tolak Mengheningkan Cipta untuk Korban Teror. Federasi Sepakbola Arab Saudi Minta Maaf

Baca: Alami Serangan Siber, Siaran Al Jazeera Tak Bisa Dilihat di Sejumlah Tempat

Sekretariat Jenderal OKI menyatakan telah mengikuti perkembangan terkini di Teluk terkait pada pengucilan Qatar oleh negara Arab karena mendukung terorisme, demikian pernyataan pers OKI.

Sekretariat Jenderal OKI meminta Qatar untuk menghormati komitmen dan kesepakatan yang telah ditandatangani di dalam Gulf Cooperation Council (GCC) atau Dewan Kerja sama Teluk, terutama terkait upaya menghentikan dukungan terhadap kelompok dan kegiatan teroris.

OKI meminta semua anggotanya, termasuk Qatar, mematuhi prinsip-prinsip Piagam OKI, yang menyerukan agar mematuhi kebijakan bertetangga yang baik, menghormati kedaulatan, independensi dan integritas teritorial, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri setiap anggota.

Sejumlah negara Arab yang dipimpin Arab Saudi, Senin (5/6/2017), telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Hal itu dimulai Pemerintah Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir yang lalu diikuti beberapa negara lainnya.

Pemutusan hubungan diplomatik itu disebabkan hubungan Qatar dengan Iran dan dukungan kedua negara itu terhadap kelompok-kelompok teroris yang dianggap bertujuan untuk mengacaukan wilayah Teluk.

Arab Saudi menuduh Qatar mendukung kelompok yang didukung Iran, seperti kelompok Ikhwanul Muslimin, Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), dan Al Qaeda.(*)

* Berita ini juga tayang di KOMPAS.com dengan judul Efek Krisis Diplomatik, Pasukan Qatar Keluar dari Koalisi Arab Saudi

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved