Heboh Hak Angket KPK

Pansus Angket KPK Akan Panggil Miryam Haryani. Ini Alasannya

Kita sepakat Senin, kita akan panggil Bu Miryam. Ini lebih pada posisi agar tugas KPK teropinikan publik seperti yang salah ini Miryam apa Novel

Pansus Angket KPK Akan Panggil Miryam Haryani. Ini Alasannya
TRIBUNNEWS
Politikus Hanuran Miryam S Haryani tiba di gedung KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (12/5/2017). Miryam diperiksa sebagai tersangka pertama kali pasca penahanan terkait kasus pemberian keterangan tidak benar dalam sidang perkara dugaan korupsi KTP elektronik 

Penulis: Ferdinand Waskita

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan memanggil Politikus Hanura Miryam S Haryani untuk pertama kali.

Hal itu dikarenakan, Miryam menyampaikan surat kepada Pansus yang berisi bantahan telah ditekan sejumlah anggota DPR.

"Kita sepakat Senin, kita akan panggil Bu Miryam. Ini lebih pada posisi agar tugas KPK teropinikan publik seperti yang salah ini Miryam apa Novel, yang berbohong," kata Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Agun mengatakan pihaknya ingin mengonfirmasi surat yang telah dikirimkan Miryam S Haryani.

Bila benar, Agun mengatakan Miryam harus bertanggungjawab.

"Berarti kan ada orang lain yang berbohong ini harus clear. Satu saksi, satu penyidik, bagaimana peradilan ya nggak akan terjadi itu dari fakta-fakt yang seperti itu," kata Politikus Golkar itu.

Selain itu, Agun mengatakan Pansus dibentuk untuk pengawasan terhadap KPK.

Ia mengingatkan KPK sebagai pemacu bagi penegak hukum kejaksaan dan kepolisian untuk berkinerja baik.

"Hasilnya akan seperti apa ya akan bergantung dari mekanisme penyelidikan ini berjalan," kata Agun.

Oleh karena itu, Agun menuturkan Pansus juga membuat posko pengadian.

Sehingga, KPK dapat menjadi institusi penegak hukum yang diharapkan semua pihak.

"Kita kerja enggak mau serampangan, dalam memutuskan siapa yang dipanggil alasan apa pertimbangannya apa, itu kan di garis komperhensif," kata Agun.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved