Penatan Pasar Baru Tanjungpinang

Pedagang Mengeluh Sepi, Tuding Kondisi Ini Pemicunya!

Pedagang Pasar Baru Tanjungpinang mengeluh sepi pembeli. Mereka menuding kondisi ini pemicunya!

Pedagang Mengeluh Sepi, Tuding Kondisi Ini Pemicunya!
Istimewa
Ilustrasi. Nurdin Basirun Saat mengunjungi Pasar Baru Tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Pedagang Pasar Baru Kota Tanjungpinang mengeluhkan penataan pasar.

Pasalnya semakin hari semakin banyak orang yang berjualan di lorong-lorong dan jalan pasar. Sehingga jalan menjadi sempit. Pembelipun menjadi sepi.

Baca: ‎BREAKINGNEWS: Suami Selingkuh, Wanita di Tanjungpinang Ini Nekat Bakar Diri. Begini Kondisinya!

Baca: Sungguh Kejam! Begini Cara Asworo Menghabisi Kekasihnya Sebelum Buang ke Semak!

Baca: Emosi Lihat Payudara Istri Ada Bekas Cupang, Pria Ini Bakar Hidup-hidup Istrinya!

Baca: Terungkap! Inilah Fakta-fakta Mengharukan Pria Meninggal Sujud di Masjid!

"Saat ini pasar baru sepi pembeli. Mungkin masyarakat malas ke pasar karena akses jalan yang sempit. Di lorong-lorong saja penuh orang berjualan," keluh Barel salah seorang pedagang di pasar baru.

"Pembeli mau jalan aja sulit karena jalan penuh sampah-sampah sayuran. Ditambah lagi pintunya pada rusak semua, sehingga kami sering kebobolan,” tambah Sri Salami.

Walikota Lis Darmansyah mengungkapkan akan mencari solusi dari permasalahan tersebut. Menurutnya setelah lebaran, pasar baru akan dibenahi. Mulai dari akses jalan untuk memudahkan pembeli keluar masuk pasar.

"Para pedagang yang berjualan di lorong-lorong pasar dan pinggir jalan akan kita rapikan untuk melancarkan kegiatan pasar. Saya minta BUMD inventarisir para pedagang, buat surat batas waktu sampai habis lebaran nanti," katanya, Kamis (15/6).

Lis memang menginginkan asosiasi pedagang bisa menjadi penyambung lidah dan mendengar keluhan para pedagang. Sehingga masalah yang bisa diperbaiki dan ditindaklanjuti oleh pemerintah.

"Semua akan kita benahi. BUMD sendiri tak perlu nunggu untuk memperbaiki pintu-pintu yang rusak dan penataaan pasar ikan, segera tindaklanjuti," katanya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved