Sabtu, 11 April 2026

Musa Izzanardi Wijanarko, Bocah 14 Tahun yang Lulus di MIPA ITB. Belajarnya Tergantung Mood

Pada usia 8 tahun, pertanyaan Izzan sudah menjurus kepada ilmu astronomi yang baru diberikan tingkat ketiga perguruan tinggi

Editor: Mairi Nandarson
repro youtube hitam putih trans7
Musa Izzanardi Wijanarko 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Musa Izzanardi Wijanarko, bocah usia 14 tahun yang tenar lantaran diterima masuk Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Institut Teknologi Bandung ( ITB), ternyata memiliki pola belajar yang tidak lazim. 

Menurut ibunya, Yanti Herawati (46), sejak kecil Izzn lebih banyak bermain. Dia hanya mau belajar ilmu kegemarannya yakni matematika dan fisika. Itupun saat mood-nya timbul. 

" Izzan cuma belajar kalau lagi mood, tidak ada jam pasti. Kadang jam 02.00 WIB malam. Kalau lagi mau belajar dia bangun," ujar Yanti saat dihubungi Kompas.com melalui ponselnya, Kamis (13/6/2017).

Baca: Kadang Jawaban Terbaik Adalah Diam! Tulis Cristiano Ronaldo di Instagram. Tahu Maksudnya?

Baca: MAKIN ASYIIK Facebook Tambah Fitur Gif untuk Komen di Postingan Teman

Baca: Banyak yang Kaget dengan Tampilan Twitter Hari Ini. Banyak yang Berubah, dan Lebih Bagus

Bahkan sejak 2011, anaknya lebih sering belajar dan mengasah kemampuan matematika dan fisika sendiri. Sebab, kemampuan Izzan dalam dua ilmu tersebut sudah tidak mampu lagi diimbangi Yanti.

Banyak pertanyaan Izzan seputar matematika dan fisika yang baru didengar olehnya. 

"Sejak 2011 tidak banyak belajar, malah lebih banyak main. Kalau belajar sekadarnya saja. Jadi pas SBMPTN dikebut 2 bulan. Saya suruh baca sendiri, saya beliin buku-buku saja," aku Yanti. 

Salah satu alasan Yanti nekat mendorong anaknya ikut SBMPTN adalah agar rasa ingin tahu anaknya yang besar tentang matematika dan ilmu pengetahuan alam bisa terjawab oleh para ahli di bidangnya.

Sebab, pada usia 8 tahun, pertanyaan Izzan sudah menjurus kepada ilmu astronomi yang baru diberikan tingkat ketiga perguruan tinggi. 

"Saya juga merasa terbebani. Kenapa saya jadi harus belajar matematika kuliah tingkat 3. Ya, akhirnya saya diemin aja. Saya juga enggak mampu bayar orang untuk ngajarin Izzan," ucapnya.

Pola pikir Izzan dalam dunia matematika dan fisika, lanjut Yanti, terbilang abstrak menurut beberapa ahli matematika yang didatanginya.

"Izzan memandang kalau titik itu bukan benda dimensi satu dan garis bukan dimensi dua," katanya. (*)

* Berita ini juga tayang di KOMPAS.com dengan judul Ini Pola Belajar Izzan, Bocah 14 Tahun yang Masuk ITB Lewat SBMPTN

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved