Breaking News:

Giliran Alumni GP Ansor se-Indonesia Tolak Full Day School. Ini Alasannya

Kami menuntut agar Pemerintah Jokowi-JK segera menghentikan gagasan kontroversial full day school ini dan segera mengevaluasi kinerja Mendikbud

Editor: Alfian Zainal
Tribun Batam/Muhamad Munirul Ikhwan
Para santri Taman Pendidikan Quran (TPQ) 

Penulis: Syahrul Munir

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Gelombang penolakan terhadap kebijakan full day school (FDS) yang digagas Mendikbud Muhadjir Effendy makin meluas.

Tak hanya menolak gagasan 5 hari sekolah, sejumlah komponen bahkan mulai mendesak Presiden RI Joko Widodo mengevaluasi kinerja Muhadjir karena mengusung gagasan yang dinilai usang dan kontroversial.

Ikatan Alumni Gerakan Pemuda Ansor (IKA GP Ansor), salah satu perkumpulan non-organik Nahdlatul Ulama (NU), dalam siaran persnya di Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (15/6/2017), menegaskan penolakan mereka terhadap kebijakan itu.

"Kami menuntut agar Pemerintah Jokowi-JK  segera  menghentikan gagasan kontroversial full day school ini dan segera mengevaluasi kinerja Mendikbud, yang ngotot dengan FDS," kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat IKA GP Ansor, Samsul Ridwan.

Menurut Samsul, gagasan FDS ini sudah ada sejak satu tahun lalu dan telah menimbulkan suasana gaduh secara nasional.

Baca: Segera Diterapkan, Jokowi Minta Kemendikbud Kaji Ulang Sistem Full Day School

Baca: Diminta Kaji Ulang, Ini Konsekuensi Full Day School Menurut Pakar Pendidikan

Baca: Berlaku Minggu Ketiga Juli, Ternyata Ini Alasan Pemerintah Terapkan Full Day School

Baca: Sistem Full Day School, Pelajaran Agama di Kelas Bakal Ditiadakan. Ini Gantinya

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved