Sampah Laut Jadi Pekerjaan Rumah Karimun, Ini Reaksi Bupati Rafiq

Menang Adipura Tak Lantas Habis Pekerjaan. Sampah Laut Jadi Pekerjaan Rumah Karimun, Ini Reaksi Bupati Rafiq

Sampah Laut Jadi Pekerjaan Rumah Karimun, Ini Reaksi Bupati Rafiq
tribunbatam/septyan mulia rohman
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Meski telah meraih penghargaan sebagai daerah bersih, piala adipura kirana di tahun 2016 serta kembali masuk nomonasi di tahun 2017 ini, namun Kabupaten Karimun masih memiliki PR (Pekerjaan Rumah) perihal pengelolaan sampah.

Baca: Ngeri! Kartel Peti Kemas Batam-Singapura. KPPU Kepri Nunggu Hasil Saksi Ahli!

Baca: Nyaris Ricuh, Penumpang Kapal Roro ke Dabo Telantar 6 Jam di Punggur. Ini Pemicunya!

Saat ini diketahui Kabupaten Karimun masih belum bisa mengelola sampah yang ada di laut. Hal tersebut juga diakui Bupati Karimun Aunur Rafiq ketika diwawancara mengenai adipura beberapa waktu lalu.

"Saat ini kita belum mampu mengelola sampah laut," ungkap Rafiq.

Namun meski demikian, disebutkan Rafiq, program kebersihan yang telah disusun akan dilaksanakan sepenuhnya. Untuk sekarang, pemerintah daerah tengah fokus melaksanakan pengelolaan sampah di daratan dulu.

"Tapi akan ada saatnya, setelah kita bisa mengelola sampah dan kebersihan di darat maka luat akan masuk," ujarnya.

Dibenarkan Rafiq, laut harus ikut dibersihkan karena merupakan bagian dari Karimun. Selain itu, apabila lautan kotor dan banyak sampah maka akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Karimun. Ini akan menjadi penghambat pariwisata yang juga sedang dikembangkan Kabupaten Karimun selain sektor industri dan pertanian.

"Larena laut juga akan menjadi unsur kebersihan suatu tempat, makanya kita mengimbau rumah-rumah pelantar dan hotel di pnggir laut untuk tidak membuang sampah ke laut. Itu akan berpengaruh terhadap kunjungan wisata," kata orang nomor satu di Bumi Berazam itu.

Sementara itu sari pantauan di beberapa kawasan pantai di Pulau Karimun, seperti di sekitar jalan Haji Arab dan laut di sepanjang jalan Nusantara sangatlah kotor. Sampah-sampah plastik bertebaran di laut yang berada di bawah rumah pelantar ataupun belakang ruko serta hotel.

Apabila air pasang maka palstik berwarna warni akan mengapung di atas air. Namun apabila pasang maka sampah akan berserakan di atas pasir atau lumpur. Bahkan sampah dibiarkan tersangkut di kayu-kayu tiang pelantar di kedua kawasan yang terletak di Kecamatan Karimun tersebut. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved