Sengketa Kepemilikan BCC Hotel, Kuasa Hukum Conti Minta Polisi Kontak Imigrasi Soal Ini

Sengketa Kepemilikan BCC Hotel, Kuasa Hukum Conti Minta Polisi Kontak Imigrasi Soal Ini. Begini alasannya!

Sengketa Kepemilikan BCC Hotel, Kuasa Hukum Conti Minta Polisi Kontak Imigrasi Soal Ini
tribunnews batam/anne maria
Ilustrasi. Suasana di The BCC Hotel Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Kuasa hukum Conti Chandra Alfonso Napitupulu meminta pihak Polri berkoodinasi dengan imigrasi mencekal paspor milik Tjipta Fudjiarta, rival kliennya dalam perkara kepemilikan saham BCC Hotel & Residences.

Baca: Curiga Istri Anda Selingkuh? Coba Cek Lewat Ukuran Jarinya. Hasilnya Mengejutkan!

Baca: Curiga Pasangan Anda Selingkuh? Mengejutkan! Inilah Waktu Favorit Mereka Berkirim Pesan

Kepada wartawan, Minggu (18/6/2017) siang, dia menjelaskan tujuan permintaannya agar pihak Tjipta Fudjiarta tidak keluar ke negeri dalam kasus ini.

"Sebab sudah dua kali mangkir dari panggilan pihak Bareskrim Polri atas penyerahan berkas tahap dua dari Polri ke Kejaksaan. Kenapa begini? apakah dia lari atau memang takut salah? patut kami duga, Tjipta Fudjiarta takut berhadapan pada tahap dua ini karena memang bersalah dan takut ditahan," kata Alfonso seraya bertanya.

Alfonso menerangkan, panggilan yang dilayangkan Bareskrim Polri dua kali yakni panggilan pertama pada 31 Mei 2017 dan kedua 12 Juni 2017 ini. Namun Tjipta tidak hadir dengan alasan yang menurut Alfonso tak jelas.

Seperti diketahui, sangketa kepemilikan hotel berbintang yang terletak di Jalan Bunga Mawar, Batu Selicin, Lubuk Baja, Batu Selicin, Lubuk Baja Batam tersebut telah lama bergulir.

Kubu Conti Chandra dan Tjipta Fudjiarta saling gugat-menggugat perdata di Pengadilan Negeri Batam. Selain perdata, keduanya pun saling melapor ke pihak polisi. Dan terakhir, dugaan pidana penipuan dan penggelapan yang membelit Tjipta masih bergulir di Mabes Polri. Dan dinyatakan P21. Tinggal penyerahan berkas tahap kedua ke JPU.

Beberap waktu lalu, pihak kuasa hukum Tjipta Fudjiarta Hendie Devitra mengatakan, terkait status kliennya menjadi tersangka tidak merubah status jika hotel bukan miliknya. Artinya, Hendie Devitra menjelaskan, kalau hotel itu masih dimiliki oleh kliennya dengan bukti-bukti autentik dan putusan PN Batam. (*)

Berita terkait baca Harian Tribun Batam edisi Senin (19/6/2017)

Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved