Saipem Rumahkan Ribuan Karyawan

BREAKINGNEWS: Prihatin PHK Besar-besaran PT Saipem, Disnaker Karimun Rapat Mendadak

Prihatin PHK Besar-besaran PT Saipem, Disnaker Karimun Rapat Mendadak. Ini Penjelasannya!

BREAKINGNEWS: Prihatin PHK Besar-besaran PT Saipem, Disnaker Karimun Rapat Mendadak
tribunnews batam/rachta yahya
Ilustrasi. Pemkab Karimun menggelar rapat koordinasi perihal tenaga kerja, Senin (15/2/2016) mulai sekitar pukul 09.30 WIB 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Bupati Karimun Aunur Rafiq mengaku turut prihatin atas pengurangan pekerja besar-besaran yang dilakukan PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), perusahaan Italia di Karimun.

Baca: BREAKINGNEWS: PT Saipem Pengurangan Pekerja Besar-besaran, Hanya Sisakan Pekerja Sebanyak Ini

Baca: Aktor Ini Blak-blakan, Diam-diam Dia Menyimpan Fakta Mengejutkan Ini Dengan Julia Perez!

Baca: Terungkap! Inilah Sosok di Balik Wanita Cantik Ini Nekat Telanjang dan Jalan-jalan saat Belanja!

Rasa prihatin itu ditunjukkan dengan menggelar Rafiq menggelar rapat terbatas dengan stakeholder terkait membahas persoalan tersebut. Namun tidak membuahkan hasil yang signifikan.

"Pak Bupati turut prihatin dan sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian beliau, kemarin kami menggelar rapat bersama soal Saipem ini tapi belum memuaskan hasilnya, data yang kami minta belum dikasih-kasih oleh Saipem. Kemungkinan siap lebaran kami akan rapat lagi," ujar Kadisnaker dan Perindustrian Karimun, Hazmi Yuliansyah kepada Tribun Batam, Senin (19/6/2017).

Pada pertemuan itu, Hazmi mengaku pihaknya ingin melihat data pekerja yang terkena imbas kebijakan pengurangan pekerja oleh PT SIKB. Menurutnya, ada empat jenis pekerja di perusahaan Italia itu.

"Pertama pekerja asal Pangke (daerah sekitar area perusahaan, red). Kedua pekerja Karimun non Pangke. Ketiga pekerja non Karimun dan pekerja ekspatriat. Ekspatriat kabarnya ada juga yang kena tapi itu tadi, datanya mereka belum kasih," kata Hazmi.

Hazmi mengaku pada pertemuan tersebut nanti pemerintah daerah akan mencoba melobi perusahaan agar pekerja tempatan tidak terkena gelombang PHK. Namun solusi seperti apa yang ditawarkan pemerintah, Hazmi belum bersedia membeberkan. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved