MENGEJUTKAN. Selama Jadi Tahanan, Bentuk Otak Patrialis Akbar Berubah

Mantan hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar mengungkapkan penyakit yang dideritanya kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi.

MENGEJUTKAN. Selama Jadi Tahanan, Bentuk Otak Patrialis Akbar Berubah
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar keluar dari gedung KPK memakai baju tahanan usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Jumat (27/1/2017). Patrialis Akbar bersama tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus suap gugatan UU Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar mengungkapkan penyakit yang dideritanya kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Menurut Patrialis, dia kini sudah memasang empat cincin atau ring di tubuhnya, karena terkena penyakit jantung koroner.

"Sebelumnya saya sampaikan saya ada penyakit jantung koroner. Saya sudah pasang empat ring, Yang Mulia, di Rumah Sakit Harapan Kita dan di (RS) Pondok Indah," ungkap Patrialis, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Patrialis juga mengungkapkan, terjadi perubahan struktur di otak dia yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Kata Patrialis, bentuk otak kanan dan otak kiri dia kini sudah berbeda.

"Selama saya ditahan, terjadi satu perubahan struktur di otak saya. Agak menyempit, jadi otak kiri dan kanan sudah berbeda. Saya dilakukan tindakan SDA di RSPAD," jelas bekas Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia itu.

Baca: Butuh Dana Triliunan Rupiah, Dermaga Untuk Kapal Pesiar Bakal Dibangun Dekat Bandara Soetta

Baca: BREAKINGNEWS. Dua ABK Speedboat Terindikasi Gunakan Narkoba saat Tes Urine

Baca: Beli Makanan Jangan Asal Enak, Periksa Dulu Dua Hal Penting Ini

DSA adalah Digital Substraction Angiogram. Tindakan ini juga disebut metode 'cuci otak' untuk meningkatkan kualitas otak para penderita stroke.

Patrialis didakwa menerima hadiah berupa uang total 70 ribu Dolar Amerika Serikat, Rp 4.043.195, dan janji Rp 2 miliar dari Basuki Hariman dan Ng Fenny.

Basuki Hariman adalah Direktur CV Sumber Laut Perkasa, sementara Ng Fenny adalah General Manager PT Imprexindo Pratama. Keduanya memberikan hadiah kepada Patrialis agar uji materi atau judicial review Undang-undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dikabulkan. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Wartakota dengan judul: Empat Ring Terpasang di Jantung Patrialis Akbar, Bentuk Otak Kanan dan Kirinya Juga Berbeda

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved