Baru Buka Palu Persidangan Senin Depan, Ratusan Sidang Menunggu PN Pinang

Baru Buka Palu Persidangan Senin Depan, Ratusan Sidang Menunggu PN Pinang

Baru Buka Palu Persidangan Senin Depan, Ratusan Sidang Menunggu PN Pinang
tribunbatam/wahib waffa
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Proses persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang setidaknya akan mulai aktif pada Senin tanggal 3 Juli nanti. Seperti diketahui PN kelas I A Tanjungpinang ini menjadi pengadilan terlengkap di Kepri yang juga menangani sejumlah perkara Tindak Pidana Korupsi, Perikanan dan hubungan Industri.

Baca: Ngeri! Febri Tikam Istrinya Hingga Tewas Saat Bikin Sarapan! Begini Kondisi Sang Istri!

Baca: Mengejutkan! 220 Polisi Dibebastugaskan Akibat Pesta Seks dan Lakukan Aksi Ini

Baca: Heboh! Main di Film Ini, Aktris Cantik Sulli Beradegan Mesra Tanpa Busana. Ini Bocoran Internetnya!

Santonius Tambuhan SH.MH kepala Humas dan juga Hakim PN Tanjungpinang menuturkan bahwa Proses persidangan akan mulai aktif pada Sein (3/7) nanti. Beberapa persidangan yang terdaftar di PN Tanjungpinang yang kini tengah dalam proses telah menunggu untuk disidangkan.

"‎Mulai aktif sidang tanggal 3. Sampai dengan Kamis 22 Juni 2017, Jumlah perkara pidana umum yang terdaftar di PN Tanjungpinang adalah 224 perkara, yang terdiri dari tindak pidana narkotika, pencurian, penipuan, penggelapan, penganiayaan, pengeroyokan, kejahatan pelayaran dan lain-lain," kata ‎Santonius Tambunan dikonfirmasi Tribun Batam, ‎Kamis (29/6).

Menurutnya, jumlah sidang Pidana umum menjadi yang terbanyak. ‎Kemudian perkara perikanan juga cukup banyak disidangkan di PN Tanjungpinang. Diantaranya ada 18 perkara sementara itu perkara korupsi ada 5 perkara.

"Yang baru untuk korupsi tambah dari Polda Kepri yakni dugaan Pungli terdakwa Direktur BUMD Tanjungpinang‎ yang sudah kita sidangkan satu kali. Adapun tindak pidana anak 17 perkara dan gugatan perdata sebanyak 36 perkara," kata Santonius.

Untuk perkara perdata gugatan sejumlah 36 perkara terdiri dari gugatan wanprestasi, Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan perceraian. Adapun untuk perkara bantahan ada 1 perkara, gugatan sederhana ada 2 perkara, dan Perkara Perdata Permohonan ada 65 perkara. Sedangkan perdata khusus hubungan industri sejumlah 26 perkara‎.

"Itu jumlah persidangan dan berbagai perkara yang sudah maupun akan disidangkan. ‎Kita berharap semua pihak-pihak pada tanggal 3 atau persidangan pertama kali ini semua dapat lengkap hadir dan juga melengkapi berkas-berkas persidangan. Agar proses persidangan dapat berjalan baik seperti hari-hari biasa," tuturnya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved