Pro Kontra Perkebunan Karet di Anambas

Kondisi Rusuh KJJ Terkendali, Polda Kepri Tidak Kirim Pasukan Pemukul. Ini Alasan Kapolda!

Kondisi Rusuh KJJ Terkendali, Polda Kepri Kirim Pasukan Pemukul. Ini Alasan Kapolda

Muhammad Abdul Rahman
Alat berat PT KJJ baru datang seminggu ke areal perkebunan karet yang ditolak warga. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Paska kericuhan antara warga dengan pihak perusahaan PT KJJ di Jemaja, Polda Kepri tidak menurunkan personel tambahan untuk pengamanan di lokasi kejadian. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian bahwa ‎situasi terkini usai kericuhan tersebut sudah kembali kondusif.

Baca: Curiga Istri Selingkuh, Pria Ini Pergoki Istrinya Lagi Beginian di Ranjang Pria Lain!

Baca: BREAKINGNEWS: Tak Hanya Culik Bayi, Pelaku Juga Ngaku ke Suami Bayinya Sakit!

Baca: Penangkapan Ingke Berkat Rekaman CCTV di Restoran Cepat Saji Botania

"Begitu selesai kejadian, masyarakat kembali ke pulau-pulau. Di TKP sudah sunyi. Jadi tidak ada penambahan personel. Penanganan hukumnya pun tetap di sana (Anambas)," ujar Sam Budigusdian di Polresta Barelang, Jumat (30/6).

Ia menjelaskan sampai saat ini kepolisian pun masih memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan bukti untuk penetapan tersangka dalam aksi kericuhan tersebut. Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa dalam video yang didapat saat kejadian terlihat bahwa massa yang mengamuk itu nampak terorganisir.

"‎Kalau lihat di TKP memang masyarakat sudah menyiapkan alat-alat untuk pembakaran. TKP memang hutan, tapi masyarakat datang dari pulau-pulau. Sekarang kita masih mengumpulkan bukti dan video-video untuk mengidentifikasi serta membuat profile pelaku pengrusakan," tuturnya.

Selain itu kepolisian juga masih menghitung perkiraan kerugian yang dialami oleh perusahaan akibat pengrusakan yang dilakukan massa.

"‎Kerugian kita belum tahu nilai totalnya, tapi banyak. Itukan akan dihitung dari nilai alat-alat berat yang rusak. Buldoser saja ada 16 unit, pick up satu unit, kobelco tiga unit, dan masih banyak lagi," kata dia. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved