Penangkapan Ingke Berkat Rekaman CCTV di Restoran Cepat Saji Botania

Penangkapan Ingke Berkat Rekaman CCTV di Restoran Cepat Saji Botania. Begini Penjelasan Kapolda

Penangkapan Ingke Berkat Rekaman CCTV di Restoran Cepat Saji Botania
tribunbatam/anne maria
Ingke dan Kapolda Kepri 

BATAM.TRIBUN‎NEWS.COM, BATAM- Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian mengatakan bahwa pelaku penculikan bayi sudah mengawasi korbannya sejak sebelum melahirkan. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa antara Ingke dengan Rhianna sudah menjalin komunikasi saat bayi tersebut belum dilahirkan.

Baca: BREAKINGNEWS: Tak Hanya Culik Bayi, Pelaku Juga Ngaku ke Suami Bayinya Sakit!

Baca: Terungkap! Pelaku Berniat Adopsi Bayi, Ibu Korban Syaratkan Ini. Batal Gara-gara Ini

Baca: Nekat Gerayangi Bagian Intim Teman Main, Remaja Kijang Ini Ditahan Polisi

"Dari kehamilan memang sudah diawasi. Sudah ada komunikasi, karena memang ibu korban sudah pernah membuat status ingin mencari orangtua asuh bagi calon anaknya," ujar Sam Budigusdian saat ekspos di Polresta Barelang, Jumat (30/6).

Setelah melahirkan, Ingke pun kembali menghubungi Rhianna dan mengajak bertemu. Meski tidak jadi menyerahkan anaknya, Ingke bersikeras‎ ingin melihat bayi tersebut.

"Datanglah pelaku ke kostan korban. Sampai di sana diajak ngobrol-ngobrol. Enggak sampai lima menit, ibunya ini mandi. Langsung bayi dibawa pergi," ucapnya.

Penangkapan Ingke sendiri bermula dari rekaman CCTV yang didapat kepolisian dari sebuah restoran cepat saji. Memang pada waktu kejadian, Selasa (27/6) lalu, pelaku Ingke sempat membelikan makanan di restoran tersebut untuk dibawa ke kostan Rhianna.

"Dia beli puding dan beli makanannya di KFC Botania‎. Terus dibawa ke sana dengan satu kotak perlengkapan bayi yang juga baru dibeli. Ada gendongan, selimut bayi. Itu sebelum jam penculikan yang diperkirakan jam sepuluh pagi," ucapnya.

Setelah mendapatkan ciri-ciri Ingke dari rekaman CCTV tersebut, akhirnya polisi dapat membekuk wanita itu dirusun BP Kabil blok C.

"Setelah kita dapat wajahnya, kita langsung cari. Sampailah tanggal 29 Juni kemarin kita peroleh informasi ada perempuan membawa anak bayi ke rusun itu dengan ciri-ciri serupa. Selimutnya itu sama," tutur dia.

Menurut keterangan pelaku, suaminya saat ini sedang bekerja di luar negeri. Rencananya, anak yang diculik tersebut akan diperlihatkan saat suaminya akan pulang.

"Tapi kita masih akan cek secara medis apakah benar dia pernah keguguran atau tidak. ‎Sejauh ini kita belum temukan ada unsur si pelaku ingin menjual lagi bayi ini. Sekarang masih akan kita dalami lagi," tutur Sam Budigusdian. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved