Pro Kontra Perkebunan Karet di Anambas

Rusuh KJJ, Nama Bupati Anambas Terseret. Pemkab: Itu Fitnah!

Rusuh KJJ, Nama Bupati Anambas Terseret. Pemkab: Itu Fitnah! Begini Bantahannya!

Rusuh KJJ, Nama Bupati Anambas Terseret. Pemkab: Itu Fitnah!
Muhammad Abdul Rahman
Alat berat milik PT KJJ yang dibakar massa di Jemaja Timur 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas membantah tudingan adanya dukungan terhadap massa yang melakukan aksi pembakaran sejumlah alat berat serta aset perusahaan perkebunan karet di Pulau Jemaja yang terjadi Kamis (29/6) siang.

Baca: Curiga Istri Selingkuh, Pria Ini Pergoki Istrinya Lagi Beginian di Ranjang Pria Lain!

Baca: Penangkapan Ingke Berkat Rekaman CCTV di Restoran Cepat Saji Botania

Kepala Bagian Humas dan Protokol Seretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Roby Sanjaya menegaskan, hal yang disampaikan tersebut merupakan fitnah serta tidak terbukti kebenarannya.

"Tuduhan kepada Bupati Kepulauan Anambas seperti yang beredar di media sosial, bahkan media online itu tidak benar dan fitnah," tegas Roby melalui layanan pesan singkatnya kepada Tribun Jum'at (30/6/2017).

‎Pria yang pernah menjadi Camat Jemaja ini menjelaskan, jauh-jauh hari sebelum adanya aksi pembakaran yang dilakukan oleh sejumlah kelompok massa tersebut, Bupati sudah memanggil dan menginstruksikan kepada Camat Jemaja dan Camat Jemaja Timur untuk terus melakukan pendekatan dan rapat dengan masyarkat.

Hal ini pun sudah dilakukan oleh pihak kecamatan dengan melibatkan para Muspika kecamtan seperti Polsek, Koramil termasuk meminta kepada masyarakat jangan ada pergerakan dan jangan anarkis.

"Bahkan pada saat kejadian, Bupati memerintahkan Wakil Bupati, Kapolres dan jajarannya termasuk Pak Sekda untuk turun ke lapangan sebelum kejadian untuk mencegah jangan sampai terjadi tindakan anarkis dan pembakaran. Namun spontanitas gerakan pembakaran itu terjadi karena masyarakat sudah tidak mau lagi mendengar arahan Wakil Bupati dan Kapolres.

Jawaban mereka adalah mereka sudah tidak percaya lagi, karena sudah ada kesepakatan antara masyarakat dengan pihak PT. KJJ pada tanggal 29 juni 2017 dimana alat berat milik PT.KJJ sudah harus jeluar dari lokasi pulau Jemaja Timur tepatnya di Pulau Telapan.

Sampai batas waktu yang sudah disepakati tidak dipenuhi maka amarah masyarakat memuncak dan habis kesabaran, mereka akhirnya melakukan pembakaran," bebernya.

Nama Bupati Anambas sebelumnya sempat terseret dalam pembakaran alat berat ‎setelah beredar postingan di media sosial. Dalam akun sosial bernama Abdul Rachman, tertulis aksi brutal massa yang didukung oleh oknum institusi dan Bupati Anambas, membaar 30 unit alat berat PT. Kartika Jemaja Jaya di Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur. Dalam postingannya, ia juga menilai perkara ini merupakan kejahatan yang serius. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved