Kasus Pembegalan Depan Hotel Aviari, Polsek Batuaji Klaim Tangkap Pelakunya!

Kasus Pembegalan Depan Hotel Aviari, Polsek Batuaji Klaim Tangkap Dua Orang Pelakunya!

Kasus Pembegalan Depan Hotel Aviari, Polsek Batuaji Klaim Tangkap Pelakunya!
TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN
Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Jajaran Polsek Batuaji mengamankan dua orang yang diduga pelaku pembegalan terhadap Sunandar (31), di Perumahan Griya Batuaji Asri tahap I, Sabtu malam (1/7) sekira pukul 20.00 WIB.

Baca: Heboh! Rumah Bintang Sepakbola Frank Lampard Jadi Rumah Bordil, Isinya Bikin Geleng-geleng Kepala!

Baca: Bikin Menangis! Bocah 10 Tahun Sendirian Urus Kakeknya yang Lumpuh, Rela Putus Sekolah!

Baca: Ehem! Beginilah Penampakan Soyou Foto Bugil Dada di Bali, Ini Alasannya!

Kedua terduga pelaku pembegalan yang melancarkan aksinya di depan Hotel Aviari, Batuaji,Jumat lalu (30/6), diamankan di rumahnya, sampai saat ini pihak Polsek Batuaji masih melakukan penyidikan terhadap kedua terduga pelaku pembegalan terhadap Sunandar.

"Sudah kita amankan semalam, kita masih lakukan pengembangan,"kata Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko, Minggu (2/7) saat dikonfirmasi pewarta.

Sujoko, tidak menyebutkan siapa pelaku yang diamankan."Kita masih lakukan pengembangan," katanya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi kriminalitas terjadi di wilayah Batuaji, tepatnya di depan Hotel Aviari Batuaji yang berada di belakang komplek Mitra Mall, Jumat (30/6) sekitar pukul 23.00WIB.

Yang menjadi korban dalam aksi kriminalitas tersebut adalah Sunandar (31) warga kampung Jawa Aviari Batuaji Batam.

Fredy pedagang yang ada di komplek Mitra Mall, menjelaskan kronologis kejadian, dimana kejadian tersebut diketahui warga setelah ada teriakan di depan hotel Aviari.

"Tadi malam itu awalnya ada teriakan, kami pedagang yang ada di mitra Mall, penasaran dengan teriakan tersebut, saat dilihat ke arah hotel persis di deppan hotel itu ada rame-rame,"kata Fredi.

Dia mengatakan setelah mereka melihat ke arah hotel ternyata ada sekelompok remaja tanggung sedang berkerumun."Tadi malam itu takut juga kita mendekat, karena tidak biasanya seperti itu, tetapi karena pedagagng lain yang penasaran ingin mengetahui kejadian, makanya kita berani mendekat,"kata Fredi. (*)

Berita terkait baca Harian Tribun Batam edisi Senin (3/7/2017)

Penulis: Ian Pertanian
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved