Motion
Atraksi BRC untuk Aksi Sosial
Komunitas ini terbentuk pada 2016 lalu. Berawal dari facebook, empat orang yang memiliki hobi yang sama sepakat bertemu di Dataran Engku Putri Batam.
Penulis: Dewi Haryati |
BELAKANGAN ini, aktivitas nge-drone di atas udara tampaknya bukan menjadi hal yang asing lagi. Bahkan tampak menjadi sesuatu yang wajib jika ada kegiatan besar di ruang terbuka.
Semisal aksi demo buruh, even gowes, jalan santai, senam dan lainnya yang melibatkan banyak orang.
Nah, ternyata para pemegang remote control (RC) yang mengoperasikan drone tersebut juga memiliki komunitas tersendiri. Namanya Radio Control Batam Community (RBC).
Sama layaknya komunitas lain, RBC lahir karena kesamaan hobi.
RBC merupakan wadah bagi pecinta armada berbau radio control, seperti mobil, kapal, pesawat, helikopter, dan lainnya yang dikendalikan dengan remote control. Termasuk yang lagi booming saat ini, drone.
"Jadi RBC ini tak hanya wadah bagi pecinta drone, tapi semua armada yang berbau radio control," kata pengurus RBC, Andreas kepada Tribun, belum lama ini.
Komunitas ini terbentuk pada 2016 lalu. Berawal dari facebook, empat orang yang memiliki hobi yang sama sepakat bertemu di Dataran Engku Putri Batam, Batam Center. Armada remote control yang mereka bawa saat itu, adalah drone.
"Kami ketemunya dari facebook. Lihat orang posting gambar. Terus janjian kopi darat di Dataran Engku Putri. Kami main bareng," ujar dia.
RBC pertama kali digawangi oleh Andreas, Didin, Eliandro dan Hans Johan. Kemudian lambat laun, anggota komunitas ini bertambah hingga menjadi 54 orang. Mereka berasal dari beragam latar belakang pekerjaan. Ada yang masih mahasiswa, Pegawai Negeri Sipil (PNS), wiraswasta, polisi, karyawan swasta, dan lainnya.
"Karena memiliki hobi yang sama, kami bergabung di RBC. Rata-rata satu orang itu pegang dua armada. Seperti saya, saya pegang drone dan helikopter," kata Andreas.
Apa saja aktivitas pengurus RBC saat kumpul bareng? Biasanya mereka menghabiskan waktu akhir pekan dengan menyalurkan hobi yang sama, bermain remote control. Seringnya mereka juga berbagi pengalaman terkait modifikasi armada.
Bahkan sesekali juga diselingi dengan melakukan transaksi jual beli suku cadang dan aksesoris dalam komunitas mereka sendiri. Tempat yang sering dijadikan arena berkumpul bagi komunitas ini, yakni Dataran Engku Putri, Batam Center. (*)
Pemetaan Korban Bencana Alam
Tak hanya melulu menyalurkan hobi, dengan bermain armada remote control inipula, RBC melakukan aksi sosialnya. Beberapa di antaranya aksi pada 11 Mei 2017 lalu. Anggota komunitas yang juga tergabung dalam komunitas Hope for Life itu, melakukan bakti sosial kepada korban angin puting beliung di Tanjungriau.
Bagaimana caranya? Mereka melakukan pertunjukan bersama memainkan beberapa armada remote control, seperti pesawat, helikopter dan drone di salah satu perumahan di kawasan Batam Center.
"Antusiasme masyarakat bagus. Banyak yang nonton. Nah, uang hasil pertunjukan itu kami sumbangkan untuk korban angin puting beliung di Tanjung Riau," kata Andreas.
Tak hanya di Batam, pada beberapa kali kesempatan anggota RBC bersama dengan komunitas Hope for Life juga melakukan aksi sosial di Jawa Timur dan Aceh. Saat itu terjadi bencana alam, dan dengan alat drone yang mereka miliki, mereka membantu petugas setempat melakukan pemetaan geografis atau pemetaan tanah, dan pemetaan wilayah.
"Aksi di Tanjung Riau itu aksi pertama. Sebelumnya, kami juga kirim utusan bersama Hope for Life untuk membantu korban di Jawa Timur dan Aceh," ujar dia. (*)
Sejak Kecil Hobi RC
HANS Johan adalah salah satu pengurus awal RBC. Kepada Tribun, Hans bercerita, awal mula ketertarikannya bermain drone, lantaran sejak kecil dia memiliki minat dan bakat dengan hal-hal yang berbau remote control.
"Suka main drone karena memang sudah hobi ya. Dari sejak kecil minatnya memang sudah ke hal yang berbau remote control," kata Hans.
Bagi Hans pribadi, bermain remote control semisal drone tidak hanya bisa untuk menyalurkan hobi. Lebih jauh juga bisa dijadikan pekerjaan. Mengingat belakangan ini, mulai banyak orang yang tertarik dengan drone dan memanfaatkannya untuk sejumlah even.
"Selain untuk hobi, juga bisa untuk pekerjaan," ujar dia.
Hal inipun dibenarkan Andreas. Dikatakan, armada remote control drone bisa digunakan untuk kegiatan bisnis. Biasanya dengan sistem sewa alat drone per even atau per sekali terbang.
"Ada digital event yang promosiin," kata Andreas menambahkan.
Untuk RBC sendiri, dikatakan spot-spot gambar yang mereka ambil di udara biasanya mengacu ke fanpage Batam Sedunia. Itu fanpage yang dikelola anggota komunitas RBC, Khairul Huda.
"Fanpage Batam Sedunia ini menampilkan spot-spot wisata dan keindahan Batam yang diambil dari udara," kata Khairul. (*)
Beda Drone Toys dan Profesional
Bagi orang awam sekilas melihat tampilan antara drone yang satu dan lainnya, tampaknya biasa saja alias sama. Ternyata itu salah karena terdapat pembagian jenis drone yakni toys dan profesional.
Pengurus RBC, Andreas mengatakan, drone jenis toys merupakan drone yang paling mudah dimainkan. Drone jenis ini memiliki jarak jelajah sekitar 50-75 meter, vertikal dan horizontal. Dari segi harga juga masih terjangkau, ada yang di bawah Rp 1 juta tergantung merek drone.
Sedangkan drone profesional, memiliki jarak jelajah 150 meter ke atas. Dari segi harga juga lebih mahal, diatas Rp1,5 juta. Tentunya baik drone jenis toys dan profesional memang memiliki perbedaan dari sisi kualitas.
"Disarankan bagi pemula, kalau mau main drone pakai yang jenis toys. Tidak disarankan langsung pakai drone profesional. Tapi kalau tetap mau main pakai yang profesional, perlu memahami atau baca manual book dulu," kata Andreas.
Hal lain yang harus diperhatikan saat bermain drone, yakni di area terbuka, di saat cuaca cerah dengan jarak pandang jelas, dan angin tidak kencang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/komunitas_20170703_181939.jpg)