Mimpi Jembatan Batam Bintan

BREAKINGNEWS: Mimpi Nurdin Tertunda! Kontrak Proyek Jembatan Batam-Bintan Batal Diteken!

Mimpi Nurdin Tertunda! Kontrak Proyek Jembatan Batam-Bintan Batal Diteken! Ada Apa?

Humas Pemprov Kepri
Ilustrasi. Pertemuan Menko Maritim Luhut Panjaitan dengan MenPAN Asman Abnur dan Nurdin Basirun di Kantor Menko Maritim, Selasa (4/7/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan gagal lagi. Niat kontraktor Tiongkok, Power China, membangun jembatan tersebut masih terganjal juga dengan peraturan.

Baca: Groundbreaking Mangata Water Villa, Nurdin Pasang Badan! Ajak Kapolda-Danrem Amankan Pembangunan!

Baca: Pak Gubernur Silakan Coba di Kepri! PNS Datang Tepat Waktu Dihadiadi AC, LED TV hingga Kulkas!

Baca: Ketahuan Sekarang! Ibu Pejabat Marah di Bandara Karena Jam Tangan Mewah. Semahal Syahrini Punya?

Sesuai rencana, nota kesepahaman antara Power China dan Pemprov Kepri tentang pembangunan jembatan Bintan dilakukan bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan wisata terpadu di pantai Trikora, Jumat (7/7) siang. Namun, gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengumumkan penundaan nota kesepahaman tersebut.

"Sebenarnya pada kesempatan ini, kami juga hendak menandatangani nota kesepahaman pembangunan jembatan Batam-Bintan. Namun, ada satu dan lain hal maka hal itu belum bisa dilakukan," ungkap Nurdin pada saat berpidato.

Sesuai acara peletakan batu pertama itu, gubernur Kepri tersebut masih menjelaskan lagi mengenai alasan Pemprov Kepri menunda penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Dia mengatakan, ada pasal-pasal dalam peraturan kerja sama itu masih harus diperhatikan lagi secara saksama.

"Ada peraturan-peraturan yang masih harus diteliti lagi," ungkap Nurdin.

Kebijakan Pemprov Kepri menunda penandatangan nota kesepahaman ini tidak membuat pihak Power China. CEO PT Grand Wie Sukses Properti, Jkt, Bandono Budiman selaku mitra bisnis Power China mengatakan Pemprov Kepri bukan menunda penandatangan nota kesepahaman melainkan ada pasal-pasal dalam aturan kerja sama yang mesti diperbaiki lagi.

"Perbaikan itu dilakukan dalam waktu yang tidak menentu. Tetapi niat Power China untuk membangun jembatan Batam-Bintan tetap ada," jelas Bandono.

Penjelasan lebih detail diberikan oleh kepala Badan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (BPPSP), Asman Taufik. Dia mengatakan, pihak Power China sudah menyerahkan draf nota kesepahaman dalam bahasa Inggris dan China. Namun, Pemprov Kepri serta merta menerima begitu saja draf tersebut.

"Kami harus meneliti satu per satu pasal-pasal dan poin demi poin kerja sama itu. Kami takutkan nanti ada hal yang justru merugikan Pemprov Kepri di kemudian hari," jelas Asman.

Lebih dari itu, pengaruh ke segala bidang dari pembangunan jembatan Batam-Bintan ini pun masih menjadi kajian Pemprov Kepri. Menurut Asman, gubernur Kepri menghendaki agar pembangunan jembatan itu tidak hanya menguntungkan kawasan Batam dan Bintan saja tetapi juga di pulau-pulau yang dijadikan lokasi tiang pancang jembatan tersebut. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved