Mbah Parni Ngaku Usianya Sudah 117 Tahun. Penglihatan dan Pendengar Masih Jelas

Wanita yang sudah berambut putih dan berkeriput di wajahnya itu menumpuk gulungan daun pandan yang beratnya hampir dua kilogram

Mbah Parni Ngaku Usianya Sudah 117 Tahun. Penglihatan dan Pendengar Masih Jelas
KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S
Suparni, nenek berusia 117 tahun sedang memegang radio yang selalu menemaninya di kediamannya di RT 34/12 Dusun Sadang Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (7/7/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA – Udara dingin menyelimuti RT 34/12 Dusun Sadang, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (7/7/2017) pagi.

Awan tipis menggelayuti langit langit Dusun Sadang ketika mentari mulai menyinari Kabupaten Kulon Progo. Namun cuaca tersebut tak menyurutkan masyarakat Dusun Sadang untuk beraktivitas.

Seperti Suparni, wanita lanjut usia ini terlihat sibuk di salah satu ruangan yang ada di rumahnya. Dia terlihat menata daun pandan kering di atas amben (dipan) yang ada di salah satu sudut rumahnya itu.

Perlahan, wanita yang sudah berambut putih dan berkeriput di wajahnya itu menumpuk gulungan daun pandan yang beratnya hampir dua kilogram.

Baca: Duh, Siswi SMP Ini Jadi Korban Kebejatan Pamannya. Sekarang Ia Hamil Besar

Baca: Heboh! Diskoperindag Bintan Datangi Depo Pertamina Kijang, Ada Apa?

Mbah Parni, sapaan akrabnya ini memang seperti nenek pada umumnya. Namun dia masih terlihat sehat dan segar ketika menata daun pandan kering. Belakangan diketahui, Mbah Parni ternyata sudah berusia ratusan tahun.

“Usia saya 117 tahun,” ujar Mbah Parni kepada Kompas.com.

Meski berusia 117 tahun, pendengaran Mbah Parni masih normal, penglihatannya masih awas, dan ucapannya pun masih jelas.

Sesekali dia juga bisa menceritakan masa lalunya ketika ditanya soal penjajahan meski tak seluruhnya.

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved