Saya Salah dan Mengakuinya, Bu Hakim. Tak Perlu Penasihat Hukum, Silakan Hukum Saya

"Karena saya salah dan saya mengakuinya, Bu Hakim. Tak perlu lagi saya didampingi pengacara. Silakan saya dihukum," kata terdakwa kepada majelis hakim

Saya Salah dan Mengakuinya, Bu Hakim. Tak Perlu Penasihat Hukum, Silakan Hukum Saya
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG- Simpan sabu di celana dalam. Itulah sepenggal cerita saat Musla (47) yang kini menjadi terdakwa kepemilikan narkoba seberat 0,08 gram.

Musla ditangkap Sat Narkoba Polres Tanjungpinang, 9 Maret lalu.

Terdakwa hanya diam dan tidak mau didampingi oleh penasehat hukum pada sidang yang berlangsung, Kamis (6/7/2017) sidang.

Di sidang perdana ini, ia tertunduk diam mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Meski hakim menawarkan penasehat hukum dari lembaga bantuan hukum, Musla menolaknya.

"Karena saya salah dan saya mengakuinya, Bu Hakim. Tak perlu lagi saya didampingi pengacara. Silakan saya dihukum," kata terdakwa kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Hendah Karmila Dewi SH, didampingi oleh Hakim Anggota, Corpioner SH dan Iriaty Khoirul Ummah, .

Jaksa Penununtut Umum (JPU), Dhani K Daulay SH menyampaikan bahwa kasus ini berawal dari polisi mendapatkan informasi dari masyarakat tentang seorang laki-laki yang sering mengedarkan sabu-sabu dengan ciri-ciri seperti terdakwa.

Berdasarkan informasi itu, anggota Satres Narkoba Polres Tanjungpinang langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan di Jalan Suka Jaya KM 7 Tanjungpinang, Kamis (9/3) dini hari.

"Polisi saat itu mengadang motor terdakwa yang saat melintas. Setelah terdakwa berhenti, dilakukan penggeledahan dan ditemukan 1 paket plastik berisi sabu-sabu dengan berat bersih 0,08 gram di dalam celana dalam yang dipakai terdakwa," ungkap JPU.

Atas perbuatannya, terdakwa didakwa dengan Pasal 112 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dalam dakwaan pertama. Selain itu terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika pada dakwaan kedua.

"Terdakwa juga dijerat dengan dakwaan ketiga dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika," tuturnya.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved