Harga Bayam Picu Inflasi Batam Bulan Juni? Begini Penjelasan Bank Indonesia!

Harga Bayam Picu Inflasi Batam Bulan Juni? Begini Penjelasan Bank Indonesia!

Harga Bayam Picu Inflasi Batam Bulan Juni? Begini Penjelasan Bank Indonesia!
net
Bayam segar 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-‎ Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri mencatatkan inflasi pada Juni 2017. Inflasi Juni sebesar 1,04 persen (mtm) atau 4,73 peren (yoy), meningkat dibanding Mei yang mencatatkan inflasi 0,54 persen (mtm). Namun secara tahunan menurun dari sebesar 5,04 persen. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK hingga Juni mencapai 2,02% (ytd).

Baca: Terungkap! Beginilah Cara Industri Singapura Akali Batam! Kepala BI Kepri Blak-blakan!

Baca: Keliru Tafsir Aturan, Industri Batam Gemukkan Negeri Lain Pakai Duit Negeri Sendiri!

Baca: Mengejutkan! Inilah 10 Kepribadian Wanita Menurut Bentuk Bibirnya. Mana Pilihan Anda?

Baca: Bisnis Baru! 10 Selebritis Dunia dengan Tarif Endorsement Termahal, Sekali Unggah Rp 7,3 Miliar

Baca: Heboh! Ditanya Netizen Pernah Nonton Video Ariel-Cut Tari, Sophia Latjuba Ngamuk!

Menurut Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, tingkat inflasi Kepri pada Juni lebih tinggi dibanding inflasi Nasional sebesar (mtm) atau 4,37 persen (yoy). Juga lebih tinggi dibanding rata-rata historisnya tiga tahun terakhir yaitu inflasi 0, 22 persen (mtm). Kelompok komoditas administered price menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil 0,91 diikuti oleh volatile foods dengan andil 0,15 persen, sedangkan kelompok komoditas inti mengalami deflasi sebesar 0,03 persen.

Inflasi kelompok administered price sebesar 3,94 persen (mtm) lebih tinggi dibanding Mei yang mengalami inflasi sebesar 1,04 persen (mtm). Andil terbesar inflasi administered price bersumber dari komoditas tarif angkutan udara sebesar 15,52 persen (mtm) dengan andil inflasi 0,64 persen, sedangkan tarif listrik mengalami inflasi sebesar 7,01 persen (mtm) dengan andil 0,28 persen.

Kenaikan tarif angkutan udara merupakan pola musiman pada saat Hari Raya Idul Fitri, dimana maskapai penerbangan meningkatkan tarif karena peningkatan permintaan. Sedangkan kenaikan tarif listrik disebabkan oleh kenaikan tarif listrik tahap Il oleh PLN Batam pada golongan rumah tangga dengan daya 1.300VA dan 2.220VA.

Kelompok volatile food mencatatkan inflasi sebesar 0,76 persen (mtm) melambat dibanding bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi 1,47 persen (mtm). Andil terbesar inflasi bersumber dari komoditas bayam, kacang panjang, dan beras dengan inflasi masing-masing sebesar 14,36 persen (mtm), 20,99 persen (mtm), dan 1,38 persen (mtm).

"Kenaikan harga bayam dan kacang panjang disebabkan oleh terbatasnya pasokan karena gagal panen. Ditambah lagi peningkatan permintaan menjelang Ramadan dan menjelang Idul Fitri, sedangkan kenaikan harga beras diindikasikan karena adanya kenaikan harga gabah kering," tuturnya.

Kelompok inti mencatatkan deflasi (mtm), dibanding bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 0,02 persen (mtm). Andil terbesar deflasi bersumber dari komoditas minuman ringan dan meja kursi tamu. Minuman ringan mengalami deflasi sebesar 8,62 persen (mtm) dengan andil deflasi 0,019 persen sedangkan meja kursi tamu mencatatkan deflasi sebesar 6,99 persen (mtm) dengan andil deflasi 0,015 persen. Penurunan harga tersebut sejalan dengan melemahnya daya beli masyarakat karena perlambatan pertumbuhan ekonomi Kepri. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved