Ratusan Warga Geruduk SMPN 21 Sagulung. Pertanyakan Alasan Anak Tak Diterima!

Ratusan Warga Geruduk SMPN 21 Sagulung. Pertanyakan Alasan Anak Tak Diterima!

Ratusan Warga Geruduk SMPN 21 Sagulung. Pertanyakan Alasan Anak Tak Diterima!
tribunbatam/ian pertanian
Ratusan orangtua siswa mendatangi SMPN 21 Sagulung tanyakan alasan anaknya tak diterima 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Ratusan orangtua dan wali murid datangi sekolah SMPN 21 Sagulung menanyakan kejelasan anak mereka yang tidak bisa diterima di sekolah tersebut.

Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan orangtua dan wali murid yang anaknya tidak diterima tersebut berkumpul di sekokah SMPN 21, sesuai dengan arahan komite sekolah yang menyuruh orangtua dan wali murid datang pad Senin (10/7) yang anaknya tidak masuk diterima.

Baca: Mengejutkan! Inilah 10 Kepribadian Wanita Menurut Bentuk Bibirnya. Mana Pilihan Anda?

Baca: Heboh! Ditanya Netizen Pernah Nonton Video Ariel-Cut Tari, Sophia Latjuba Ngamuk!

Baca: Disindir Sudah Tua, Mengejutkan Inilah Balasan Luna Maya ke Netizen Penyindirnya!

Baca: Terungkap! Beginilah Cara Industri Singapura Akali Batam! Kepala BI Kepri Blak-blakan!

"Kita kesini untuk meminta kejelasan kepada komite dan pihak sekolah, karena anak kami kemarin tidak diterima,"kata Risma, orangtua yang anaknya tidak diterima.

Orangtua yang datang dan berkumpul di SMPN 21 tersebut membawa bukti foto kopi KTP dan Foto kopy KK, sebagai bukti bahwa mereka adalah warga Sagulung."Ini kami warga sekitar sekolah, bukan dari luar,"kata Risma.

Melkrida warga lainnya mengatakan anaknya tidak diterima di SMPN 21 padahal rumahnya hanya sepelemparan batu dari sekoloh."Rumah kita di Kavling Nato, tetapi anak kita diterima ini maksudnya apa, memang sekolah ini dibangun untuk siapa, masa warga sekitar sekolah tidak diterima,"kata Melkrida.

Melkrida mengatakan apapun aturanya dirinya akan tetap bertahan sampai anaknya bisa masuk ke SMPN 21."Tidak mungkin kita menyekolahkan anak kita jauh-jauh, sementara ditempat kita sendiri ada sekolah,"kata Melkrida.

Sementara di tempat yang sama Kasman, komite sekolah SMPN 21 Sagulung, mengatakan saat ini dirinya bersama komite lainnya kebingungan karena banyaknya warga sekitar yang tidak bisa diterima."Ini berkas yang kita terima yang sudah daftar di SMPN 21 dan tidak lulus ferifikasi ratusan, dan mereka semua adalah warga sekitar,"kata Kasman.

Kasman mengatakan untuk SMPN 21 kuota yang diterima hanya 216 untuk mengisi enam ruang yang ada."Jadi ini sudah penuh kuotanya sementara warga sekitar belum bisa masuk karena kalah bersaing dengan orang lain,"katanya.

Dia juga mengatakan saat ini pihaknya mengumpulkan sebanyak 200 berkas warga sekitar yang tidak bisa diterima di SMPN 21." Kalau dari sekolah dan komite tidak ada solusi, jadi berkas ini akan kita bawa ke DPRD untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan kita berharap ada solusinya,"kata Kasman. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved