Breaking News:

Polisi Marah-marah di Sekolah karena Anaknya Tak Diterima, Kapolres Nunukan Minta Maaf

Bagaimanapun sebut dia, perbuatan Aiptu Simanjorang tidak layak dilakukan oleh seorang polisi, apalagi terhadap guru

Kontributor Nunukan/Sukoco
Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN –  Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan adanya oknum polisi yang mengamuk dan mengatakan sesuatu yang tidak senonoh kepada guru SMAN 2 Nunukan akibat anaknya tidak diterima di sekolah tersebut.

“Saya sangat sesalkan kejadian tersebut. Saat itu kita lagi upacara HUT Bhayangkara. Oknum tersebut wali murid yang kecewa sehingga emosinya tak terkontrol,” ujarnya Senin (10/07/2017).

Jepri menyebutkan, terhadap oknum polisi berpangkat Aiptu tersebut pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

Bagaimanapun sebut dia,  perbuatan Aiptu Simanjorang tidak layak dilakukan oleh seorang polisi, apalagi terhadap guru.

Dia juga meminta maaf atas kejadian tersebut.

Orangtua siswa yang mengaku aparat ini mengamuk dan mencaci guru di SMA N 2 Nunukan di hari pertama masuk sekolah. Orang tua siswa tersebut mengaku jika salah satu guru menjamin anaknya bisa masuk ke SMA N 2 Nunukan meski nilai anaknya dibawah standar
Orangtua siswa yang mengaku aparat ini mengamuk dan mencaci guru di SMA N 2 Nunukan di hari pertama masuk sekolah. Orang tua siswa tersebut mengaku jika salah satu guru menjamin anaknya bisa masuk ke SMA N 2 Nunukan meski nilai anaknya dibawah standar (KOMPAS.com/SUKOCO)

Baca: Anaknya Tak Diterima, Pria yang Mengaku Polisi Ini Marah-marah di Sekolah

Baca: KEREN! Di Bandung Kini Ada Program Sewa Sepeda. Hanya Rp 1.000 per Jam. Begini Caranya

”Bagaimanapun itu tak layak bagi seorang polisi, saya pastikan Propam memproses dia," kata Jepri.

Sebelumnya diberitakan, Simanjorang mengamuk dengan mengatakan hal yang tidak senonoh kepada guru yang berada di ruang guru SMA N 2 Nunukan.

Dia memprotes karena anaknya tidak diterima di sekolah negeri tersebut.

Padahal menurut Dia ada oknum guru yang mengatakan jika anaknya bisa diterima di sekolah tersebut melalui kebijakan setelah melakukan rapat antara pihak sekolah, orangtua siswa dan anggota DPRD Nunukan.

Namun ternyata kesepakatan tersebut bertentangan dengan ketentuan Dinas Pendidikan sehingga pihak sekolah tidak bisa melaksanakannya.

Pasca kejadian tersebut, Kepala Sekolah SMAN 2 Nunukan Marry Padang mengaku telah berdamai dengan Simanjorang.

"Kita sudah damai, miss komunikasi saja, sama-sama emosi," ujarnya.(*)

Editor: Mairi Nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved