Lawan Pungli Sekolah

Pungutan Seragam dan Study Tour Juga Diawasi, Terbukti Ada Pihak Diuntungkan! Penjara Menunggu!

Pungutan Seragam dan Study Tour Juga Diawasi, Terbukti Ada Pihak Diuntungkan! Penjara Menunggu!

Pungutan Seragam dan Study Tour Juga Diawasi, Terbukti Ada Pihak Diuntungkan! Penjara Menunggu!
Istimewa
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Wakapolres Tanjungpinang Kompol Andi Rahmansyah selaku ketua tim Saber Pungli Tanjungpinang mengatakan bahwa Pungli di sekolah juga menjadi pantauan pihaknya. Dimana pungli dengan berbagai macam modusnya dilakukan.

Baca: Terungkap! Beginilah Cara Industri Singapura Akali Batam! Kepala BI Kepri Blak-blakan!

Baca: Orangtua di Batam Berlomba Masukkan Anak Sekolah Negeri, Kenapa Dengan Biaya Sekolah Swasta?

Baca: Mengejutkan! Inilah 10 Kepribadian Wanita Menurut Bentuk Bibirnya. Mana Pilihan Anda?

Salah satunya pembelian seragam sekolah dan juga kegiatan lainya seperti Study Tour dan juga pungutan perpisahan. Andi mengaku tidak mempermasalahkan jika pihak sekolah mewajibkan atau mengarahkan untuk membeli kebutuhan sekolah di Koperasi sekolah.

"Contohnya seragam sekolah. Boleh-boleh saja membeli ke sekolah, hanya saja perlu diperhatikan harga dan kualitas seragam. Barang dengan haarganya layak dan sesuai. Tapi jika dipasaran misal 100 ribu dijual 200 ribu di sekolah atau nyari untung. Itu salah jelas pungli," ujarnya ditemui di Polres Tanjungpinang, Selasa (11/7).

Contoh tersebut merupakan permasalahan yang kongkrit terjadi di sekolah. Jika harga di sekolah lebih mahal dari pada di sekolah, pihaknya menyetujui bilamana dilakukan dengan proses cicilan dengan beberapa kali bayar.

"Kalau memang lebih mahal di sekolah namun dapat dibayar beberapa kali, itu sangat membantu pihak sekolah. Tapi kalau harga di sekolah sudah tidak wajar dengan kualitas yang tidak sesuai, itu jelas Pungli," ujar Andi lagi.

Andi Rahmansyah juga menyoroti permasalahan pungutan di sekolah seperti penerimaan siswa baru, seragam dan sebagainya. Namun ada beberapa catatan yang harus diperhatikan pihak sekolah. Yakni untuk kegiatan study tour atau acara perpisahan‎ haruslah disepakati dengan benar dengan Walimurid.

"Untuk kegiatan perpisahan harus benar-benar disepakati dengan wali murid. Jika tidak ada yang setuju atau wali murid tak sepakat, namun pihak sekolah memaksakan, itu bisa kita tindak lanjuti," katanya, Selasa (11/7).

Selain itu juga pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB). Menurutnya, meski belum ada temuan pada PPDB ini, pihaknya masih menyoroti dan menggali informasi praktek tersebut. Jika ditemukan ada oknum yang mengkordinir ‎ secara sengaja dengan harapan ada timbaal balik, ia pastikan segera memprosesnya.

"Sampaikan saja informasinya ke kita jika ada praktek pungli PPDB, kita pastikan itu Pidana," katanya.

Sebelumnya pihaknya pun sempat berdiskusi panjang soal penanganan Pungli Sekolah dengan Pemko. Namun akhirnya item pungli untuk sekolah disepakati dan dapat diproses sebagai salah saatu potensi terjadinya pungli.

"Kita sudah kasih sosialisasii ke sekolah-sekolah. Kita beri pemahaman soal Pungli. Dan mereka telah menyepakati, kita harapkan tidak ada lagi pungutan tanpa mengedepankan asas kemanfaaatanya," tutupnya.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved