Minta Rekomendasi karena Anaknya Tak Lulus di Sekolah Favorit, Ajudan Bupati Ini Malah Kena Marah

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku menerima beberapa permohonan rekomendasi untuk meloloskan anak mereka di sekolah tertentu

Minta Rekomendasi karena Anaknya Tak Lulus di Sekolah Favorit, Ajudan Bupati Ini Malah Kena Marah
KOMPAS.Com
Ilustrasi siswa sekolah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA - Hendra (37), merasa tidak terima anaknya tidak lolos dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) di SMPN 3 Purwakarta.

Ia pun menemui atasannya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk meminta rekomendasi.

Namun, bukan rekomendasi yang didapat. Salah satu ajudan bupati ini malah dimarahi sang atasan.

“Saya dimarahi bapak, saya akui saya salah,” singkat Hendra dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (14/7/2017).

Baca: Ngakunya Buat Biaya Nikah, Cleaning Service Ini Curi Uang di Bank Tempat Ia Bekerja

Baca: ALAMAK! Hindari Kerumunan Bebek, Mobil ini Malah Tabrak Rumah

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku menerima beberapa permohonan rekomendasi untuk meloloskan anak mereka di sekolah tertentu.

Namun permintaan itu ia tolak. Karena ia ingin seluruh proses PPDB di kabupatennya transparan dan bebas dari upaya backing-backing-an. Termasuk yang dilakukan Hendra.

“Passing Grade anaknya tidak cukup untuk masuk SMP yang dia mau. Tidak boleh kan kita memaksakan, harus ikuti aturan yang ada.

Meskipun ajudan, saya tolak. Saya ingin semua berjalan objektif,” katanya.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved