Pokcai Tenggelam di Bintan

Kesaksian Nenek Siti. Begini Detik-detik Tenggelamnya Pokcai Pengujan! Teriakan Menyayat Hati!

Kesaksian Nenek Siti! Begini Detik-detik Tenggelamnya Pokcai Pengujan! Teriakan Minta Tolong Bikin Menyayat Hati!

Kesaksian Nenek Siti. Begini Detik-detik Tenggelamnya Pokcai Pengujan! Teriakan Menyayat Hati!
Aminuddin
Upaya penyelamatan korban pokcai tenggelam di Teluk Bintan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Tolong, tolong...! Itu suara pekikan yang terdengar di telinga Siti Hajar (61) pada Sabtu (16/7). Nenek ini mencoba mengingat jam tepatnya ketika suara minta tolong terdengar di telinganya. "Seingat saya jam 4, mau masuk jam lima sore,"ungkapnya dalam logat melayu tempatan yang kental.

Baca: BREAKINGNEWS: Tabrakan Maut di Teluk Bakau, 2 Pengendara Motor Tewas! Korban Mahasiswa Pinang

Baca: Prarekonstruksi 5 ABK Wanderlust di Tanjung Uncang Tegang, Kapolri Dijadwalkan ke Batam!

Baca: Buntut Rusuh KJJ, Beredar Kabar Bareskrim Panggil Bupati Anambas, Benarkah?

Penasaran dengan suara itu, Siti dan abangnya berlari lari ke lokasi. Dari kejauhan dia melihat tangan orang di laut melambai lambai. Ada pokcai tenggelam beberapa radis dari tempat dia tinggal. Suasana panik dan mencekam langsung menyelimuti seisi kampung. Warga berlarian ke laut menceburkan diri menyelamatkan warga. Siti Hajar pun tak kalah panik.

"Tolonglah, siapa yang masih ada di darat tolonglah turun bantu,"begitu Siti berteriak teriak di tepian.

Hingga bayangan matahari tenggelam di ufuk cakrawala, keriuhan di lokasi makin bertambah. Seingat Siti sampai jam 9 malam masih suasana masih panik. "Sini tak kaget, boleh jadi kemane tak tahu,"kata dia.

Dalam kejadian pokcai tenggelam, ada kades Pengujan di situ. Zulkitri, sang kades ada bersama Mahani (36), istrinya. Mereka baru saja menghadiri sebuah pesta pernikahan di kampung sebelah yang dipimpinnya. Keterangan warga, kades sibuk menyelematkan penumpang yang tenggelam. Beberapa diantaranya adalah anak anak. "Almarhum istribya pun ada tenggelam di situ,"kata dia.

Mahani seingat Siti ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB. Satu kakinya tersangkut di tali kapal. Tak jauh dari tubuhnya ada badan mobil yang ikut tenggelam dalam peristiwa tersebut. "Jumpa almarhum malam, ada satu jamanlah. Saat bejumpa badannya sudah lemas. Kalau benafas ato tak benafas waktu itu tak tao. Tak taolah kejadiannya macam mana kita panik,"kata Siti.

Keterangan warga lain, istri sang kades masih bernyawa ketika diangkut pakai ambulance ke Rumah Sakit Busung. "Kemungkinan almarhum meninggal di perjalanan,"kata Warga.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved