Kasus Keracunan Massal, Satu Santri Masih Dirawat di RSUD Karimun

Kasus Keracunan Massal, Satu Santri Masih Dirawat di RSUD Karimun. Begini Kondisi Terakhir Pasien!

Kasus Keracunan Massal, Satu Santri Masih Dirawat di RSUD Karimun
tribunbatam/rachta yahya
Puluhan santri Ponpes Hidayatullah Karimun yang diduga keracunan massal tengah mendapat perawatan di RS Bakti Timah, Sabtu (22/7/2017) malam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Kondisi belasan santri Ponpes Hidayatullah, Smemal Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani Kabupaten Karimun akibat dugaan keracunan makanan telah membaik.

Baca: Heboh! Peta Dunia yang Selama Ini Kita Gunakan Sejak Bangku SD Ternyata Keliru. Ini Alasannya!

Baca: Ehem! Inilah 4 PNS Wanita Berparas Cantik! Jangan Membantah, Nomor 4 Mirip Manohara!

Direktur RSUD Muhammad Sani, Zulhadi mengatakan, setelah satu hari sebanyak 13 dari 14 santri yang dirawat telah diperbolehkan pulang. Sementara satu santri lagi masih dirawat. Namun dijelaskannya, satu orang santri tersebut dirawat dikarenakan sedang mengidap penyakit lain.

"Kondisinya sudah bagus. Dari 14 yang terakhir dirawat, 13 diantaranya sudah pulang. Yang satu masih dirawat, namun bukan karena keracunan kemarin tapi ada penyakit lain," kata Zulhadi pada tribun, Senin (24/7).

Sementara mengenai penyebab pasti para santri yang mengalami pusing, mual hingga dirawat, Zulhadi mengaku belum mengetahuinya. Pasalnya pengiriman sample makanan yang diduga sebagai penyebab peristiwa tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan Karimun dan bukan oleh pihak RSUD.

"Uji sample langsung Dinas Kesehatan yang mengirimkan langsung ke Batam. Jadi orang dinas yang mengetahuinya," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum menerima hasil uji laboratorium sample yang dikirim. Ia memperkirakan hasilnya baru bisa diterima sekira dua pekan lagi.

"Hasilnya belum tau. Paling cepat dua miinggu lagi. Karena yang dites bukan hanya senyawa kimianya tapi biologisnya juga. Kalau kimia mungkin agak cepat. Ini kemungkinan faktor kuman. Nanti kalau sudah keluar kita akan informasikan," ujar Rachmadi.

Untuk kondisi terakhir keseluruhan santri yang dirawat di RSUD Muhammad Sani dan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT), Rachamadi mengaku belum mengetahuinya.

"Semalam sore di RSUD masih delapan (yang dirawat). Tapi siang ini saya belum dapat laporan," tambahnya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved