Cuaca Buruk di Anambas

Hentakan Ombak Bangunkan Rombongan Bupati, BMKG: Perairan Lingai Diwaspadai!

Hentakan Ombak Bangunkan Rombongan Bupati, BMKG: Perairan Lingai Diwaspadai!

Hentakan Ombak Bangunkan Rombongan Bupati, BMKG: Perairan Lingai Diwaspadai!
safehavenmarineold
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-BMKG mengatakan perairan Lingai memang perlu diwaspadai. Perjalanan baru sejam sejak lepas tali di Tarempa. Memasuki peraiaran Lingai, mendadak ombak kuat.

Baca: Hendak ke Jemaja, Ombak Kuat Perairan Lingai Paksa Bupati Balik Tarempa!

Baca: BREAKINGNEWS: Penumpang Dengar Suara Hentakan Kuat, Kapal Bupati Batalkan Perjalanan!

Baca: Heboh! Motor Bebek Malaysia Mau Adu Nasib di Indonesia. Begini Tampangnya!

Baca: Heboh! Artis Cantik Mikha Tambayong Tak Pakai Beha, Fotonya Bikin Berdesir!

Kapal Anambas 1 yang membawa rombongan Bupati dan sejumlah pejabat berbalik arah menuju Tarempa setelah melakukan perjalanan lebih kurang satu jam lamanya. Langkah ini terpaksa dilakukan setelah Bupati meminta kepada kapten kapal untuk berbalik arah karena cuaca laut yang kurang kondusif.

Salahseorang penumpang di kapal tersebut pun, sempat terkejut ketika mengetahui kondisi laut yang kurang bersahabat untuk melaksanakan pelayaran itu. Ia bahkan sempat mendengar ada hentakan cukup kuat ketika kapal berlayar di sekitar perairan Lingai.

"Di Tarempa tenang-tenang saja. Lebih kurang ketika di sekitar perairan Lingai baru ombak cukup kuat. Saya sempat terbangun dari tidur, karena hentakannya cukup kuat," ujar sumber Tribun tersebut seraya meminta namanya tidak dikorankan Kamis (27/7/2017).

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Anambas, Roby Sanjaya pun membenarkan kapal yang membawa Bupati Anambas bersama rombongan tersebut kembali ke Tarempa. Mempertimbangkan aspek keselamatan, langkah tersebut dilakukan karena kondisi laut yang kurang kondusif untuk melaksanakan pelayaran.

Bupati bersama rombongan yang bertolak sekitar pukul delapan pagi dari Tarempa, berencana ke Jemaja untuk menghadiri undangan pengukuhan pengurus kecamatan salahsatu paguyuban yang ada di Anambas (IKSB,red).

"Iya, termasuk saya ada dalam kapal itu. Posisinya berada di sekitar perairan Lingai," ungkapnya. Dibagian lain, Salim Kepala Urusan Teknis BMKG Stasiun Metereologi Tarempa mengatakan,

kondisi cuaca di sekitar Lingai khususnya kondisi laut kerap perlu diwaspadai dikarenakan ada pertemuan arus di sana. Kondisi ini ditambah dengan arah angin yang berasal dari selatan dengan kecepatan antara enam sampai 20 knot.

"Kondisi perairan di seitar sana memang perlu kewaspadaan. Ditambah dengan kecepatan serta arah angin yang berhembus dari arah selatan," ungkapnya. Pihaknya merincikan, suhu udara untuk Tarempa dan sekitarnya tercatat mencapai 32,4 derajat Celcius dengan tinggi gelombang mencapai satu hingga satu setengah meter. (*)

Berita Terkait Baca Harian Tribun Batam Edisi Jumat (28/7/2017)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved